Akurat

Apa Itu Obligasi? Pengertian, Jenis, dan Cara Investasinya

Eko Krisyanto | 2 Agustus 2025, 19:01 WIB
Apa Itu Obligasi? Pengertian, Jenis, dan Cara Investasinya

AKURAT.CO Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga lain kepada investor. Dengan membeli obligasi, Anda meminjamkan dana dan akan menerima bunga (kupon) secara berkala hingga jatuh tempo.

Baca Juga: Bagaimana Kebijakan Moneter Bank Sentral Memengaruhi Pasar Keuangan, Termasuk Nilai Tukar Mata Uang, Harga Saham, dan Harga Obligasi?

Jenis-Jenis Obligasi

1. Obligasi Pemerintah

Obligasi ini diterbitkan oleh negara, seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia) atau SBR (Savings Bond Ritel). Keamanannya tinggi karena dijamin oleh negara.

2. Obligasi Korporasi

Diterbitkan oleh perusahaan untuk mendanai ekspansi atau proyek. Risikonya lebih tinggi dibanding obligasi pemerintah, tapi kuponnya juga lebih besar.

3. Obligasi Syariah (Sukuk)

Menggunakan prinsip syariah, tidak berbasis bunga tetapi imbal hasil bagi hasil atau sewa (ijarah).

Keuntungan Investasi Obligasi

  • Pendapatan tetap: Kupon dibayar secara berkala.

  • Risiko lebih rendah dari saham: Cocok untuk profil risiko konservatif.

  • Likuiditas: Beberapa obligasi bisa dijual sebelum jatuh tempo.

  • Peluang capital gain: Jika dijual saat harga pasar naik.

Cara Membeli Obligasi di Indonesia

  1. Melalui bank atau sekuritas: Seperti Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, dll.

  2. Online lewat platform e-SBN: Untuk ORI dan SBR.

  3. Pilih jenis obligasi: Tentukan apakah ingin obligasi jangka pendek atau panjang.

  4. Isi data dan lakukan pembayaran: Setelah itu Anda akan mendapatkan bukti kepemilikan obligasi.

Baca Juga: Pasar Obligasi Global Beri Sinyal Peringatan atas Rencana Pajak Trump, Risiko Fiskal AS Meningkat

Risiko Obligasi

  • Risiko gagal bayar: Terutama pada obligasi korporasi.

  • Risiko pasar: Harga obligasi bisa turun jika suku bunga naik.

  • Risiko likuiditas: Tidak semua obligasi mudah dijual kembali.

Obligasi adalah alternatif investasi menarik dengan imbal hasil tetap dan risiko relatif rendah. Cocok untuk diversifikasi portofolio dan tujuan jangka menengah hingga panjang.

Hansel Finnegan (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R