Serba-serbi Trading Kripto, Investor Pemula Simak
Hefriday | 20 Juli 2025, 19:53 WIB

AKURAT.CO Dunia cryptocurrency terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan semakin menarik perhatian masyarakat luas.
Baik sebagai instrumen investasi jangka panjang maupun sebagai objek trading harian, aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum kini kian populer di kalangan masyarakat, termasuk generasi muda.
Namun, bagi pemula, memasuki dunia crypto sering kali membingungkan karena banyaknya istilah teknis, mekanisme pasar yang dinamis, serta risiko yang tidak bisa diabaikan.
Trading crypto adalah kegiatan jual beli aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan berbagai altcoin lainnya. Transaksi bisa dilakukan di platform exchange kripto maupun melalui instrumen derivatif seperti Contract for Difference (CFD).
Tujuan utama dari trading adalah untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga aset, dengan strategi membeli di harga rendah dan menjual ketika harga naik, atau sebaliknya.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (20/7/2025), langkah pertama yang harus dilakukan oleh calon trader pemula adalah memilih platform exchange yang terpercaya dan telah berizin di Indonesia.
Beberapa platform lokal seperti Tokocrypto, Pintu, maupun exchange global seperti Binance, kerap menjadi pilihan utama. Pastikan juga Anda menyelesaikan proses verifikasi identitas dan menyetorkan dana rupiah sebagai modal awal.
Setelah memilih platform, pemula perlu memahami dasar-dasar analisis untuk membantu pengambilan keputusan.
Terdapat dua pendekatan utama dalam menganalisis pergerakan harga aset crypto, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Untuk pemula, memahami grafik candlestick, tren harga, serta titik support dan resistance sudah cukup sebagai bekal awal.
Sangat disarankan untuk memulai trading dengan nominal kecil, misalnya antara Rp100 ribu hingga Rp1 juta. Hal ini penting agar pemula bisa belajar dari pengalaman tanpa tekanan finansial yang besar.
Selain itu, langkah ini dapat membantu mengelola risiko dan menghindari kerugian besar akibat kesalahan pemula.
Aset crypto yang dipilih pun sebaiknya berasal dari kategori koin utama yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Hindari tergoda oleh aset “viral” atau koin baru yang belum jelas fundamentalnya. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) sering kali menjebak pemula untuk membeli aset tanpa riset mendalam.
Sebagai contoh, seorang trader bisa membeli ETH di harga Rp52 juta dan menjualnya di harga Rp57 juta untuk meraih keuntungan Rp5 juta per unit. Jika menggunakan instrumen CFD, hanya diperlukan setoran margin sebagian dari nilai transaksi.
Namun perlu diingat, meski potensi keuntungan besar, risikonya pun bisa lebih tinggi, terutama jika tidak menggunakan fitur stop-loss.
Manajemen risiko adalah aspek penting dalam trading. Gunakan fitur stop-loss untuk membatasi kerugian secara otomatis, dan hindari menahan posisi terlalu lama tanpa alasan yang jelas. Ambil keuntungan secara bertahap dan evaluasi portofolio Anda secara berkala agar tetap sesuai dengan tujuan awal.
Beberapa tips penting lainnya bagi pemula termasuk tidak menggunakan dana darurat atau dana pinjaman untuk trading, waspada terhadap penipuan berkedok airdrop atau investasi palsu, serta selalu melakukan riset sendiri (Do Your Own Research/DYOR).
Jangan mudah percaya pada sinyal trading gratis tanpa mengetahui logika dan risikonya.
Setelah memahami dasar-dasar trading, pemula dapat mengeksplorasi lebih dalam dunia Web3. Ekosistem ini mencakup layanan seperti decentralized finance (DeFi), NFT, hingga staking aset digital.
Beberapa platform lokal kini telah menyediakan layanan terintegrasi yang memudahkan pengguna menjelajah Web3 dengan aman dan mudah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










