Akurat

‘Monthly Passive Income Bond Fund’ Jadi Jurus Cerdas Hadapi Volatilitas Pasar

Ahmad Munjin | 15 Juli 2025, 15:26 WIB
‘Monthly Passive Income Bond Fund’ Jadi Jurus Cerdas Hadapi Volatilitas Pasar

 

AKURAT.CO, Dalam menghadapi volatilitas ekonomi dan pasar modal, investor disarankan untuk berinvestasi pada instrumen reksa dana pendapatan tetap alias fixed income fund (bond fund). Reksa dana ini menawarkan fitur pendapatan pasif rutin bulanan.

Saran tersebut datang dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Ketidakpastian makroekonomi tinggi dan volatilitas pasar yang meningkat saat ini dinilai dapat menjadi momentum bagi investor untuk berinvestasi pada instrumen yang relatif stabil dan berpendapatan rutin.

“Reksa dana pendapatan tetap pendapatan pasif rutin bulanan (monthly passive income bond fund) menjadi alternatif yang strategis, apalagi di tengah volatilitas dan ketidakpastian yang tinggi seperti sekarang,” ujar M Arief Maulana, Head of Wealth Management Mirae Asset dalam Media Day: July 2025 by Mirae Asset di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Baca Juga: BCA dan BNP Paribas Asset Management Hadirkan Reksa Dana Syariah Indeks Offshore Pertama di BCA

Masih soal volatilitas dan ketidakpastian ekonomi yang tinggi, menurut Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, saat ini sedang terjadi tren capital outflow yang cukup besar di pasar saham Indonesia meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih positif.

IHSG tercatat masih menguat ke 7.091 dari posisi akhir tahun 7.079, ketika aliran dana asing bergerak keluar (foreign outflow) Rp57,9 triliun sejak awal tahun (year to date/YTD) hingga 11 Juli 2025.

Sepanjang Juli, foreign outflow sudah terjadi sebesar Rp4,3 triliun. Hal ini menunjukkan, aktivitas perdagangan saham di dalam negeri yang menguat itu didukung oleh investor domestik.

Baca Juga: Mengenal Reksa Dana, Instrumen Investasi Praktis dan Terjangkau Untuk Semua Kalangan

Di sisi lain, tren harga obligasi masih menunjukkan kenaikan (dan penurunan imbal hasil/yield). Ini sejalan dengan aliran dana asing masuk (foreign inflow) yang cukup besar.

Sepanjang Juli, tercatat nett buy asing Rp 17,2 triliun MTD, atau Rp 70 triliun YTD. Kondisi ini dipengaruhi pemangkasan BI Rate pada semester I/2025 dan ekspektasi penurunan The Fed Fund Rate (FFR) pada semester II-2025.

Dia memprediksi suku bunga BI Rate masih akan ditahan pada 5,5 persen hingga akhir tahun dan menunggu adjustment dari perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit.

Baca Juga: Investasi Reksa Dana Pasar Uang Cocok di Tengah Pemulihan Pasar

Likuiditas perbankan juga diprediksi akan lebih longgar di semester II/2025 yang dapat mendorong kenaikan harga obligasi dan penurunan yield -nya. Pergerakan harga dan yield obligasi bertolak belakang di pasar.

“Di tengah tekanan Trump agar The Fed menurunkan FFR secara agresif, kami memprediksi Bank Sentral AS masih akan berusaha berhati-hati dan melihat perkembangan data ekonomi untuk menentukan seberapa besar dan seberapa cepat penurunan suku bunga ke depan.”

Arief dan Rully kompak menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan bertema “Fixed Income Fund: A Smart Move Amid Economic Volatility” itu.

Baca Juga: 9 Reksa Dana Pasar Uang Syariah Terbaik 2025, Cocok untuk Kamu si Investor Pemula

Media Day: July tersebut juga menjadi momen peresmian kemitraan strategis Mirae Asset dengan PT Sucorinvest Asset Management dalam mendistribusikan produk Sucorinvest Monthly Income Fund (SMIF) melalui platform reksa dana NAVI by Mirae Asset.

NAVI by Mirae Asset adalah platform Mirae Asset dalam perannya mendistribusikan dan memasarkan reksa dana dalam fungsinya sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Arief mengatakan SMIF yang kini tersedia di NAVI dapat membuka akses lebih luas bagi investor ritel terhadap produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar, yaitu dengan pendapatan bulanan, risiko relatif lebih rendah, dan dikelola oleh manajer investasi terpercaya.

Baca Juga: Yuk, Siapkan Dana Pernikahan dengan Cerdas Lewat Investasi Reksa Dana!

NAVI sebagai platform digital reksa dana milik Mirae Asset terus berkembang menjadi solusi investasi yang mudah diakses, informatif, dan didukung manajer investasi pilihan.

NAVI memfasilitasi pembelian ratusan reksa dana dari berbagai manajer investasi ternama di Indonesia, termasuk SMIF dari Sucorinvest Asset Management yang kini tersedia melalui platform tersebut.

Sementara Lolita Liliana, Head of Investment Specialist & Product Development Sucorinvest Asset Management memaparkan, SMIF dirancang untuk memberikan pendapatan bulanan dengan mayoritas berinvestasi pada obligasi korporasi jangka pendek hingga menengah pilihan dengan volatilitas yang relatif lebih rendah dibandingkan obligasi negara.

“Produk ini ideal bagi investor moderat dengan fitur pendapatan bulanan,” jelas Lolita.

Acara tersebut juga dihadiri CFO & Head of Corporate Secretary Mirae Asset Ivonne Kaharu, Head of Fund Services Mirae Asset Francisca Gerungan, Fund Analyst Mirae Asset Novani Karina Saputri, serta Head of Sales and Distribution Pui Sung Khiuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.