Berkah Tarif Trump, Bitcoin Jadi Aset Lindung Nilai

AKURAT.CO Di tengah dinamika kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, aset kripto seperti Bitcoin menunjukkan ketahanan yang mengejutkan dan bahkan menjadi alternatif perlindungan ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku bisnis.
Saat pasar keuangan global masih dibayangi gejolak tarif dan negosiasi perdagangan, aset kripto, khususnya Bitcoin, justru mencatatkan performa berbeda.
Tidak seperti indeks saham utama yang cenderung fluktuatif pasca pengumuman tarif terbaru, Bitcoin justru menguat dan menembus level tertinggi baru di atas USD118.000.
Dikutip dari laman BeInCrypto, Minggu (13/7/2025), CEO Kronos Research, Huang, menjelaskan bahwa ketahanan Bitcoin dari sentimen perdagangan menunjukkan pergeseran persepsi pasar terhadap kripto.
Baca Juga: Bitcoin Tak Sekadar Zero Sum Game
Ketidakpastian tersebut tak lepas dari kebijakan perdagangan Presiden Trump yang mengumumkan tarif timbal balik terhadap 14 negara dengan kisaran tarif 25–40%.
Dampaknya langsung terasa. Menurut Tax Policy Center, tarif barang-barang konsumsi seperti pakaian wanita dan buku akan melonjak hingga 48 dan 40% pada Agustus mendatang.
Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit perusahaan berlomba menimbun barang sebelum tarif berlaku penuh. Namun, langkah pencegahan semacam itu dinilai hanya bersifat sementara dan tidak bisa menjawab masalah struktural dalam rantai pasokan.
Menariknya, di saat harga-harga dan ketidakpastian meningkat, Bitcoin tampak tidak terpengaruh. Bahkan ketika indeks seperti Dow Jones dan Nasdaq melemah usai pengumuman tarif, Bitcoin justru menguat.
Selain dari sisi investasi, teknologi blockchain yang mendasari Bitcoin juga memberikan solusi praktis bagi pelaku bisnis. “Blockchain menawarkan visibilitas real-time yang memungkinkan perusahaan melacak asal produk, memverifikasi transaksi, dan mengurangi risiko penipuan," ujar Huang.
Dengan memberikan catatan digital yang tak dapat diubah, blockchain membantu memperkuat ketahanan rantai pasokan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat pengusaha kini harus mampu beradaptasi cepat terhadap peraturan baru dan kondisi pasar yang tak stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









