Akurat

Berkah Tarif Trump, Bitcoin Jadi Aset Lindung Nilai

Hefriday | 13 Juli 2025, 12:03 WIB
Berkah Tarif Trump, Bitcoin Jadi Aset Lindung Nilai

AKURAT.CO Di tengah dinamika kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, aset kripto seperti Bitcoin menunjukkan ketahanan yang mengejutkan dan bahkan menjadi alternatif perlindungan ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku bisnis.

Saat pasar keuangan global masih dibayangi gejolak tarif dan negosiasi perdagangan, aset kripto, khususnya Bitcoin, justru mencatatkan performa berbeda.

Tidak seperti indeks saham utama yang cenderung fluktuatif pasca pengumuman tarif terbaru, Bitcoin justru menguat dan menembus level tertinggi baru di atas USD118.000.

Dikutip dari laman BeInCrypto, Minggu (13/7/2025), CEO Kronos Research, Huang, menjelaskan bahwa ketahanan Bitcoin dari sentimen perdagangan menunjukkan pergeseran persepsi pasar terhadap kripto. 

Baca Juga: Bitcoin Tak Sekadar Zero Sum Game

"Bitcoin kini dianggap sebagai lindung nilai makro. Ketika kebijakan perdagangan memicu inflasi dan ketidakpastian, investor lebih memilih aset yang langka dan terdesentralisasi," ujar Huang.

Ketidakpastian tersebut tak lepas dari kebijakan perdagangan Presiden Trump yang mengumumkan tarif timbal balik terhadap 14 negara dengan kisaran tarif 25–40%.
 
Meski disertai penundaan pemberlakuan tarif hingga Agustus 2025, dinamika ini tetap mengganggu kepastian berbisnis. Tarif dasar minimum 10% yang dikenakan terhadap sebagian besar impor pun menjadi tekanan tersendiri bagi pelaku usaha di AS.

Dampaknya langsung terasa. Menurut Tax Policy Center, tarif barang-barang konsumsi seperti pakaian wanita dan buku akan melonjak hingga 48 dan 40% pada Agustus mendatang.
 
Kenaikan ini berisiko menekan margin usaha dan menaikkan harga konsumen, dengan beban terberat ditanggung oleh rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.

Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit perusahaan berlomba menimbun barang sebelum tarif berlaku penuh. Namun, langkah pencegahan semacam itu dinilai hanya bersifat sementara dan tidak bisa menjawab masalah struktural dalam rantai pasokan.

Menariknya, di saat harga-harga dan ketidakpastian meningkat, Bitcoin tampak tidak terpengaruh. Bahkan ketika indeks seperti Dow Jones dan Nasdaq melemah usai pengumuman tarif, Bitcoin justru menguat.
 
Fenomena ini mengindikasikan bahwa kripto mulai dipandang sebagai pelindung nilai baru terhadap volatilitas ekonomi dan politik.

Selain dari sisi investasi, teknologi blockchain yang mendasari Bitcoin juga memberikan solusi praktis bagi pelaku bisnis. “Blockchain menawarkan visibilitas real-time yang memungkinkan perusahaan melacak asal produk, memverifikasi transaksi, dan mengurangi risiko penipuan," ujar Huang.
 
Transparansi seperti ini sangat dibutuhkan dalam iklim perdagangan yang berubah cepat.

Dengan memberikan catatan digital yang tak dapat diubah, blockchain membantu memperkuat ketahanan rantai pasokan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat pengusaha kini harus mampu beradaptasi cepat terhadap peraturan baru dan kondisi pasar yang tak stabil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa