Akurat

Pasar Kripto Stabil di Juni 2025, ETF dan DeFi Jadi Fokus Investor

Hefriday | 12 Juli 2025, 17:20 WIB
Pasar Kripto Stabil di Juni 2025, ETF dan DeFi Jadi Fokus Investor

AKURAT.CO Bulan Juni 2025 mencatatkan pergerakan pasar kripto yang relatif stabil, dengan Bitcoin (BTC) hanya mencatatkan kenaikan harga sebesar 2%.

Meskipun berbagai tekanan makroekonomi dan ketegangan geopolitik global masih membayangi pasar keuangan dunia, volatilitas pasar kripto selama bulan ini tetap terkendali.

Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran Rp1,88 miliar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp38,04 triliun dan volume perdagangan menyentuh angka Rp700,42 triliun. Suplai beredar dari aset kripto terbesar ini tercatat sebanyak 19.891.225 BTC.

Pergerakan harga yang minim, justru menjadi sinyal awal terjadinya konsolidasi pasar sebelum terjadi lonjakan signifikan, terutama dengan adanya aliran dana baru ke dalam Exchange Traded Fund (ETF) kripto.

Baca Juga: KriptoWave Media Ingin Jadi Platform Edukasi Kripto Teratas

Masuknya investasi ke dalam ETF berbasis Bitcoin dinilai dapat mendorong harga kripto ke level yang lebih tinggi dalam waktu dekat. ETF mempermudah investor institusional masuk ke pasar aset digital secara lebih aman dan teregulasi, sehingga memperbesar volume transaksi dan permintaan terhadap BTC.

Dari sisi lain, perkembangan teknologi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan kecerdasan buatan (AI) turut menarik perhatian pelaku pasar. Sejumlah aset kripto yang mengintegrasikan dua sektor tersebut seperti HYPE, ENA, dan VIRTUAL menunjukkan potensi keuntungan yang menjanjikan.

Meski demikian, aset-aset ini juga mengandung risiko yang tinggi. Volatilitas harganya sangat tajam dan tidak selalu dipengaruhi oleh fundamental yang kuat, melainkan sentimen pasar serta faktor spekulatif. Oleh sebab itu, investor diimbau untuk melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

"Pasar DeFi yang dikombinasikan dengan AI sedang menjadi primadona. Tapi perlu diingat, tingginya potensi imbal hasil selalu berbanding lurus dengan risiko yang mengintai. Investor pemula perlu waspada dan tidak sekadar ikut tren," kata seorang analis pasar dari komunitas kripto Indonesia, dikutip dari laman Pintu, Sabtu (12/7/2025).

Bagi investor yang mencari kestabilan lebih tinggi di tengah pasar yang fluktuatif, aset seperti ARB dan SUI dinilai sebagai pilihan yang relatif aman. Keduanya berada di infrastruktur blockchain Layer 1 dan Layer 2, yang berarti mereka memiliki peran penting dalam operasional jaringan blockchain, baik dalam skalabilitas maupun efisiensi transaksi.

ARB, yang merupakan bagian dari jaringan Arbitrum, serta SUI, yang fokus pada kemudahan pengembang dan transaksi cepat, menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari keseimbangan antara risiko menengah dan potensi pertumbuhan yang sehat.

Baca Juga: Tokocrypto Sumringah OJK Mau Bebaskan Pungutan Kripto

"Infrastruktur blockchain seperti Layer 1 dan 2 merupakan tulang punggung dunia kripto. Aset yang berada di wilayah ini umumnya lebih tahan banting terhadap gejolak pasar karena memiliki fungsi dan utilitas nyata di dalam ekosistem," ujar analis teknologi blockchain dari lembaga riset kripto independen.

Menariknya, dunia kripto kembali diramaikan dengan kehadiran memecoin seperti BONK yang terpilih sebagai memecoin terbaik bulan ini. Sebagai aset digital berbasis meme dan komunitas, BONK mengalami peningkatan volume perdagangan yang signifikan.

Namun, seperti memecoin pada umumnya, BONK memiliki volatilitas harga yang sangat tinggi dan dipengaruhi oleh tren serta sentimen sosial media, bukan oleh nilai intrinsik atau fundamental teknologi.

Memecoin kerap kali memberikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat, tetapi juga bisa menimbulkan kerugian besar dalam waktu yang sama cepatnya. Bagi investor yang memilih untuk masuk ke segmen ini, kesiapan mental dan manajemen risiko menjadi faktor krusial.

“BONK bisa jadi kejutan menyenangkan bagi investor yang berani ambil risiko. Tapi sekali lagi, jangan investasikan lebih dari yang siap Anda relakan hilang,” pesan pengamat aset digital dari komunitas Telegram trader kripto lokal.

Situasi pasar kripto yang relatif tenang pada bulan Juni 2025 ini bukan berarti tanpa potensi. Sejumlah faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global, ketegangan geopolitik, dan regulasi kripto dari berbagai negara tetap bisa memengaruhi harga secara mendadak.

Selain itu, perhatian pasar dalam beberapa pekan ke depan akan tertuju pada rencana peluncuran ETF kripto baru dan hasil data inflasi negara-negara besar, yang dapat menjadi pemicu lonjakan atau penurunan harga Bitcoin dan aset digital lainnya.

Bagi investor kripto, diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci. Memadukan aset stabil seperti BTC atau ETH dengan aset spekulatif seperti memecoin atau token DeFi, sambil mempelajari fundamental proyek, adalah strategi yang bisa meminimalisir risiko dan mengoptimalkan potensi keuntungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi