Akurat

COIN Resmi Melantai di BEI, Jadi Emiten Bursa Aset Kripto Pertama di Dunia

Arief Rachman | 10 Juli 2025, 12:05 WIB
COIN Resmi Melantai di BEI, Jadi Emiten Bursa Aset Kripto Pertama di Dunia

AKURAT.CO PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mencetak sejarah sebagai emiten bursa aset kripto pertama di dunia.

Dengan kode saham COIN, perusahaan ini menjadi emiten ke-18 yang melantai di BEI sepanjang tahun 2025.

COIN menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2–7 Juli 2025, dan sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari 180 kali, dengan total partisipasi dari 200.000 calon investor.

Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyatakan, antusiasme investor mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap aset kripto sebagai salah satu instrumen investasi masa depan.

“Kehadiran COIN di pasar saham menunjukkan penerimaan yang makin luas terhadap aset kripto. Kami berkomitmen menciptakan ekosistem kripto yang transparan, teregulasi, dan dikelola secara profesional,” ujar Ade dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Sebagai induk dari PT Central Finansial X (CFX) selaku bursa aset kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) selaku kustodian, COIN kini menjadi satu-satunya entitas yang membawa sistem keuangan aset digital ke pasar modal terbuka.

Baca Juga: Membangun Resiliensi Hubungan Lintas Keimanan Melalui Penguatan Literasi Digital

Ade menyebut, keputusan menjadi perusahaan terbuka bertujuan memperkuat akuntabilitas dan tata kelola industri kripto nasional.

“Transparansi publik akan mendorong ekosistem kripto Indonesia ke level berikutnya, sekaligus mendorong praktik bisnis yang sesuai prinsip GCG,” tambahnya.

Menurut laporan Chainalysis Global Crypto Adoption Index terbaru, Indonesia kini menduduki peringkat ketiga duniadalam hal adopsi kripto, naik dari peringkat ketujuh sebelumnya.

Per April 2025, pengguna aset kripto di tanah air telah mencapai 14,16 juta orang, naik signifikan dari 12 juta pada Januari.

Total transaksi kripto nasional bahkan menembus Rp650,61 triliun sepanjang 2024, menunjukkan pertumbuhan pesat minat dan adopsi di kalangan masyarakat.

Direktur Keuangan COIN, Abraham Nawawi, menjelaskan bahwa IPO COIN berhasil menghimpun dana sebesar Rp220 miliar dengan harga penawaran Rp100 per saham.

“Sebesar 85 persen dana akan dialokasikan untuk penguatan modal kerja CFX dan 15 persen untuk ICC. Fokus kami adalah memperluas pengembangan produk, khususnya derivatif kripto,” jelas Abraham.

Produk derivatif ini diharapkan menjadi alternatif lindung nilai (hedging) saat harga spot kripto mengalami fluktuasi, sekaligus membuka potensi pasar baru.

Baca Juga: Shelter Ojol PIK Dapat Apresiasi dari Gojek, Disebut Paling Lengkap

Ade menegaskan bahwa pencatatan saham COIN bukan sekadar tonggak sejarah, tetapi juga langkah strategis menuju cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara, bukan sekadar pasar konsumen.

“Dengan dukungan regulator, infrastruktur, dan tata kelola yang kuat, kami siap memfasilitasi transaksi lintas negara secara aman dan efisien dari Indonesia,” tutup Ade.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.