Akurat

Pasar Saham Melemah, Aktivitas Fundraising Masih Tunjukkan Optimisme

Demi Ermansyah | 8 Juli 2025, 15:55 WIB
Pasar Saham Melemah, Aktivitas Fundraising Masih Tunjukkan Optimisme

AKURAT.CO Volatilitas pasar global akibat ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia berdampak langsung pada pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan 3,46% secara month-to-date (mtd) ke level 6.927,68 per Juni 2025.

Menurut hasil data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, nilai kapitalisasi pasar menyusut 1,95% mtd menjadi Rp12.178 triliun, dengan aliran dana asing yang terus keluar. Investor non-residen mencatat net sell sebesar Rp8,38 triliun pada Juni, dan Rp53,57 triliun secara year-to-date (ytd).

“Kami terus memantau dinamika pasar dan meminta pelaku industri untuk aktif melakukan asesmen risiko,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga: Tarif Impor AS Naik, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Masih Terkendali

Meski tekanan pasar saham cukup tinggi, geliat penggalangan dana melalui pasar modal tetap terjaga. Hingga akhir Juni, nilai Penawaran Umum mencapai Rp142,62 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp8,49 triliun berasal dari 16 emiten baru.

Tidak hanya itu, penggalangan dana alternatif melalui Securities Crowd Funding (SCF) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Tercatat ada 18 penyelenggara SCF yang telah berizin, dengan total penerbitan efek mencapai 852 dari 525 penerbit, melibatkan 182.643 pemodal. Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,60 triliun.

Baca Juga: OJK Ingatkan Lembaga Keuangan Waspadai Risiko Global yang Meningkat

Sementara di sektor pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp844,69 triliun, turun tipis 0,19% mtd, namun masih tumbuh 0,87% ytd. Reksa dana mencatat net subscription sebesar Rp0,45 triliun pada Juni, meski secara ytd masih mencatat net redemption sebesar Rp2,02 triliun.

Dengan indikator-indikator ini, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan masih cukup terjaga. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci dalam menghadapi gejolak yang dapat berdampak pada arus modal dan likuiditas pasar dalam negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.