Akurat

Bitcoin Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Prospek Pemangkasan Suku Bunga

Hefriday | 26 Juni 2025, 23:46 WIB
Bitcoin Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Prospek Pemangkasan Suku Bunga

AKURAT.CO Aset kripto terbesar dunia, Bitcoin (BTC), kembali menunjukkan performa mengesankan dengan mencatatkan penguatan signifikan dalam 24 jam terakhir. 

Pada Kamis (26/6/2025), Bitcoin diperdagangkan sedikit di atas level USD107.000 atau setara Rp1,73 miliar (dengan kurs Rp16.229 per dolar AS), semakin mendekati rekor tertingginya sepanjang masa (all-time high/ATH).
 
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyebutkan bahwa penguatan ini merupakan respons pasar terhadap penembusan level resistensi utama di USD103.000. 
 
“Ini membuka peluang bagi Bitcoin untuk menguji ulang rekor harga sebelumnya dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (26/6/2025). 
 
Sejak awal tahun, Bitcoin telah mencatatkan kenaikan hampir 15%, menjadikannya aset kripto dengan performa terbaik di antara 5 besar aset digital global.
 
 
Kinerja ini sekaligus memperkuat narasi bahwa Bitcoin kembali menjadi instrumen lindung nilai (hedging asset) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
 
Fyqieh menilai penguatan harga BTC saat ini didorong oleh kombinasi faktor teknikal dan makroekonomi. Dari sisi teknikal, pola inverse head and shoulders yang terbentuk pada grafik per jam mengindikasikan potensi penguatan ke level USD109.000. 
 
“Resistance kuat selanjutnya berada di kisaran USD110.500 atau Rp1,79 miliar,” katanya.
 
Namun, ia mengingatkan bahwa indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini telah memasuki wilayah overbought. Meskipun hal ini mendukung tren naik, kondisi tersebut juga membuka kemungkinan koreksi harga dalam jangka pendek.
 
“Jika koreksi terjadi, support kunci berada di level USD106.000 atau di sekitar garis rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200. Namun selama level tersebut tidak ditembus, tren jangka pendek Bitcoin masih cenderung bullish,” ujar Fyqieh.
 
Dari sisi makroekonomi, pasar kripto juga didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).
 
Anggota Gubernur The Fed, Christopher Waller, mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam pertemuan FOMC mendatang pada 29–30 Juli.
 
Pernyataan ini memperkuat sinyal sebelumnya dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang membuka peluang dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025.
 
Menurut Fyqieh, suku bunga yang lebih rendah akan mengurangi biaya pinjaman dan mendorong investor mengalihkan dananya ke aset berisiko tinggi seperti kripto.
 
“Apalagi dengan dukungan arus masuk kuat ke ETF Bitcoin spot, peluang BTC untuk menembus ATH USD 111.970 atau Rp1,81 miliar semakin terbuka lebar,” tambah Fyqieh. 
 
Data terbaru menunjukkan ETF Bitcoin di Amerika Serikat telah menarik lebih dari USD9 miliar, dengan iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock sebagai pemimpin lonjakan tersebut.
 
Pada 22 Mei lalu, arus masuk ETF Bitcoin bahkan mencapai USD432 juta hanya dalam satu hari perdagangan, menandakan antusiasme tinggi investor institusi terhadap BTC.
 
Namun demikian, Fyqieh tetap mengingatkan agar investor waspada terhadap potensi koreksi harga.
 
“Jika The Fed memilih menahan suku bunga dan inflasi tetap tinggi, pasar bisa mengalami koreksi sementara. Tapi secara fundamental, outlook jangka menengah Bitcoin masih sangat positif,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa