AGAR Naik 24 Persen, Saatnya Saham Perikanan Jadi Primadona?
Hefriday | 21 Juni 2025, 16:34 WIB

AKURAT.CO Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) tampil spektakuler pada akhir sesi perdagangan Jumat (20/6/2025), mencatatkan kenaikan sebesar 24,7% ke level Rp272 menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dan menjadi salah satu top gainer di Bursa Efek Indonesia.
Lonjakan ini memicu sorotan publik terhadap potensi sektor perikanan dan hasil laut di tengah tren global menuju diversifikasi investasi.
Pada awal sesi, AGAR dibuka di level Rp 240 dan terus menggeliat hingga menembus Rp 272 sebelum akhirnya ditutup. Volume transaksi melonjak tajam hingga mencapai lebih dari 722.000 lembar saham sekitar 11 kali lipat dari rata-rata harian tiga bulan terakhir, yaitu sebesar 65.980 lembar .
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (21/6/2025), AGAR adalah perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan hasil laut dan rumput laut, termasuk produksi kappa carrageenan bahan penting dalam industri pangan, kosmetik, dan farmasi.
Pada 2024, perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 336,7 miliar, turun 23,1% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 437,7 miliar, tetapi membukukan laba bersih Rp 3,3 miliar, membaik tajam dari laba Rp 17,3 juta pada tahun 2023.
Peningkatan margin ini tercermin dari laba bersih per saham yang mencapai Rp 3,33 sebuah lompatan dibandingkan sebelumnya.
Bobot valuasi AGAR saat ini berada pada P/E (TTM) sebesar 76,8×, jauh di atas rata-rata sektor (sekitar 11,7×). Buku nilai (PBV) berada di kisaran 2,0×, lebih tinggi dari rata-rata lainnya, namun masih wajar bagi saham dengan keuntungan margin yang positif .
Gross margin perusahaan pada 2024 mencapai 9,1%, net margin di kisaran 0,73%, mencerminkan efisiensi operasi yang mulai terjaga setelah kerugian bertahun-tahun di masa lalu .
Tren kenaikan harga AGAR diperkuat oleh momentum teknikal. Berdasarkan catatan pergerakan harga, saham ini telah rebound dari level terendah Rp 172 pada Desember 2024 dan terus menunjukkan tren bullish dalam jangka tiga bulan terakhir.
Indikator RSI saat ini berada di kisaran 35 masih jauh dari overbought menunjukkan ruang untuk potensi kenaikan lanjutan .
Lonjakan tajam ini memicu spekulasi bahwa investor besar mulai melirik lapis saham non-leader dengan fundamental menarik namun valuasi relatif murah. Momentum ini bisa menjadi awal diversifikasi sektor di tengah tekanan pada saham teknologi dan energi.
Optimalisasi rantai ekspor perikanan juga menjadi faktor utama, seiring pemerintah meningkatkan regulasi dan promosi minat global terhadap rumput laut Indonesia.
Namun, investor disarankan tetap berhati-hati. Volatilitas tinggi yang terjadi akibat volume transaksi yang besar berpotensi memicu koreksi harga secara tiba-tiba. Sektor perikanan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kondisi cuaca, regulasi impor negara tujuan, dan harga komoditas global.
Untuk periode jangka menengah, AGAR memiliki potensi tinggi apabila dapat mempertahankan efisiensi margin, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan volume produksi. Namun, jika pendapatan terus turun tanpa ada katalis positif, harga saat ini bisa terlalu tinggi dan rentan terhadap profit taking.
Investor yang tertarik disarankan untuk menunggu laporan keuangan kuartal II-2025 dan pengumuman korporasi terkait ekspansi usaha, kerjasama baru, atau sertifikasi produk ekspor. Strategi masuk bertahap (averaging) dengan titik stop-loss juga dianjurkan agar bisa tetap terkendali dalam menghadapi dinamika pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










