Akurat

IHSG Melemah 0,87% di Pekan Pertama Juni, BBCA Pimpin Aksi Jual Asing

Hefriday | 9 Juni 2025, 12:30 WIB
IHSG Melemah 0,87% di Pekan Pertama Juni, BBCA Pimpin Aksi Jual Asing

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan pertama Juni 2025 dengan performa negatif. Dalam periode perdagangan 2 hingga 5 Juni 2025, IHSG tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,87% secara point-to-point dan berakhir di level 7.113,42.

Penurunan ini menandai tekanan lanjutan pada pasar modal Indonesia, yang sebagian besar dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor asing. Dalam kurun waktu empat hari perdagangan tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp4,7 triliun di seluruh pasar.

Dari pasar reguler, tekanan jual dari investor asing juga cukup signifikan dengan total net sell mencapai Rp3,9 triliun. Situasi ini menunjukkan sinyal kehati-hatian investor global terhadap pasar domestik, yang berujung pada tekanan terhadap saham-saham unggulan atau big caps.

Baca Juga: Bursa Saham Global Menguat, IHSG Siap Bangkit Usai Libur Waisak

Dikutip dari Bloomberg, Senin (9/6/2025), Salah satu saham yang paling terkena dampak dari tekanan jual asing adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sepanjang periode tersebut, BBCA dibukukan sebagai saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing, yaitu sebesar Rp1,84 triliun.

Akibatnya, saham BBCA merosot tajam sebesar 5,05% dalam sepekan dan ditutup pada harga Rp8.925 per saham. Koreksi ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap sektor perbankan, terutama saat likuiditas global mulai mengetat.

Selain BBCA, sejumlah saham perbankan besar lainnya juga tercatat sebagai target aksi jual asing. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masing-masing mengalami net sell sebesar Rp745,84 miliar dan Rp681,18 miliar.

Dari luar sektor perbankan, saham emiten besar lainnya seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga tak luput dari aksi jual. ASII mencatat net sell sebesar Rp355,6 miliar, sedangkan ADRO sebesar Rp203,3 miliar.

Namun di tengah tekanan tersebut, terdapat beberapa saham yang justru menjadi incaran investor asing. Salah satunya adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang berhasil mencatatkan net buy terbesar sepanjang pekan lalu, yakni sebesar Rp400,2 miliar.

Baca Juga: Kala Asing Kabur dari Bursa Saham RI, Investor Ritel Jadi Penopang Pasar

Seiring dengan aksi beli asing, saham ANTM berhasil melesat 10,9% dalam sepekan ke level Rp3.450 per saham. Kenaikan ini kemungkinan besar didorong oleh sentimen positif di sektor pertambangan, terutama seiring dengan membaiknya harga komoditas global seperti emas dan nikel.

Selain ANTM, empat saham lainnya juga masuk dalam daftar top net buy asing. Di antaranya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan net buy Rp161,54 miliar, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp135,58 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp110,27 miliar, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp97,7 miliar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi