Akurat

Bitcoin Terjun ke USD103 Ribuan di Tengah Memanaskan Perang Dagang AS-China

Hefriday | 31 Mei 2025, 17:35 WIB
Bitcoin Terjun ke USD103 Ribuan di Tengah Memanaskan Perang Dagang AS-China

AKURAT.CO Pasar aset kripto kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir. Sentimen negatif datang dari arena geopolitik, terutama memanasnya kembali tensi dagang antara dua kekuatan ekonomi dunia, Amerika Serikat dan China.

Ketidakpastian yang ditimbulkan dari konflik ini memicu aksi jual di pasar, termasuk pada aset digital seperti Bitcoin.

Harga Bitcoin (BTC), mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, tercatat turun 2,74% dalam sehari dan kini berada di level USD103.237 per koin, atau sekitar Rp1,68 miliar dengan kurs Rp16.294 per dolar AS.
 
Penurunan ini terjadi di tengah merosotnya kapitalisasi pasar kripto global sebesar 3,58% menjadi USD3,23 triliun, menurut data Coinmarketcap per Sabtu (31/5/2025). 
 
Tidak hanya Bitcoin, kripto utama lainnya juga mengalami penurunan signifikan. Ethereum (ETH) terkoreksi 5,59% dan kini diperdagangkan di angka USD2.491 per koin. 
 
Sementara Binance Coin (BNB) turun 3,91% ke level USD647. Secara keseluruhan, pasar aset digital bergerak dalam tren negatif, mengikuti ketidakpastian di sektor keuangan global.
 
 
Koreksi harga tidak hanya terjadi pada mata uang digital, tetapi juga berdampak pada saham-saham perusahaan yang terkait erat dengan industri kripto.
 
Saham Bitdeer Technologies Group (BTDR), perusahaan penambangan Bitcoin, anjlok hingga 8,3% dalam sehari. Padahal, saham ini sempat melonjak hingga 132% dalam periode pertengahan April hingga Mei.
 
Saham perusahaan MicroStrategy (MSTR), yang dikenal sebagai pemilik cadangan Bitcoin dalam jumlah besar, juga ikut merosot 2,7%.
 
Sementara Coinbase (COIN), platform perdagangan aset kripto terbesar di Amerika Serikat, terkoreksi sebesar 1,3% dalam waktu yang sama. Data ini menunjukkan bahwa tekanan pasar turut menimpa sektor-sektor pendukung ekosistem kripto.
 
Kondisi pasar semakin diperburuk oleh gejolak di pasar saham global. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1% dan 1,5%, mengindikasikan adanya kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi dunia. 
 
Bahkan aset safe haven seperti emas juga ikut terkoreksi 0,7%, menandakan volatilitas yang meluas ke berbagai jenis aset.
 
Pemicu utama gejolak ini adalah pernyataan terbaru dari Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social. Ia menuduh China telah melanggar kesepakatan tarif yang sebelumnya dicapai, yang menjadi sinyal awal kembali memanasnya perang dagang. 
 
Pernyataan tersebut segera memicu reaksi negatif dari pasar global yang sensitif terhadap ketegangan geopolitik.
 
Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyampaikan dalam wawancara dengan Fox News bahwa negosiasi dengan pemerintah China saat ini mandek. Hal ini mempertegas bahwa kesepakatan yang sempat dirayakan awal bulan ini belum sepenuhnya stabil. 
 
Pemerintah China, dalam tanggapannya melalui laporan BBC, menyerukan agar AS menghentikan tindakan diskriminatif dan segera memperbaiki kebijakan tarifnya.
 
Sebelumnya, pasar sempat menunjukkan optimisme ketika tensi perdagangan mereda. Hal ini ditandai dengan lonjakan nilai aset berisiko, termasuk Bitcoin yang sempat menyentuh rekor tertinggi baru. 
 
Namun, ketegangan yang kembali mengemuka dikhawatirkan akan menghapus sebagian besar keuntungan yang telah dicetak dalam beberapa minggu terakhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa