Akurat

Enam Stimulus Ekonomi Mulai Juni 2025, Daya Beli Masyarakat Jadi Fokus Utama

Andi Syafriadi | 27 Mei 2025, 19:30 WIB
Enam Stimulus Ekonomi Mulai Juni 2025, Daya Beli Masyarakat Jadi Fokus Utama

AKURAT.CO Pemerintah bersiap menyalurkan enam program stimulus ekonomi pada kuartal II-2025 sebagai upaya memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga konsumsi rumah tangga.

Program ini akan digulirkan mulai awal Juni mendatang dengan berbagai skema bantuan langsung dan diskon tarif publik.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya telah mengumumkan rincian enam insentif yang mencakup berbagai sektor, dari listrik hingga bantuan sosial.

Salah satu program utama adalah diskon tarif listrik sebesar 50% bagi pelanggan rumah tangga dengan daya hingga 1.300 VA, berlaku mulai 5 Juni hingga 31 Juli 2025.

Selain itu, masyarakat juga akan mendapat potongan harga untuk transportasi massal selama libur sekolah.

Baca Juga: Sri Mulyani Lantik Dirjen Baru Kemenkeu, Ada Bimo Wijayanto dan Leten TNI Djaka Budi Utama

Diskon ini meliputi potongan 30% tiket kereta api, diskon tiket pesawat melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), serta potongan tarif angkutan laut hingga 50%.

Stimulus lainnya adalah diskon 20% tarif tol, tambahan bantuan Kartu Sembako sebesar Rp200.000 per bulan, serta bantuan pangan berupa 10 kg beras selama dua bulan untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Tak hanya itu, Bantuan Subsidi Upah (BSU) juga akan kembali digulirkan sebesar Rp150.000 per bulan, yang diberikan sekaligus pada Juni 2025 kepada 17 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta, termasuk 3,4 juta guru honorer.

Baca Juga: Kebut Bahan Bakar Etanol, Kementerian ESDM Nego Bea Masuk ke Kemenkeu

Pemerintah juga memberikan insentif kepada sektor padat karya berupa diskon 50% iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), berlaku dari Agustus 2025 hingga Januari 2026.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa seluruh insentif akan didanai oleh APBN.

“Kami perlu hitung berapa-berapanya, lalu lewat jalur mana. Nanti kami jalankan,” ujarnya.

Senada dengan Suahasil, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, menyebut saat ini perhitungan anggaran masih dalam tahap finalisasi.

“Nanti akan kami umumkan lagi lebih detail,” kata Febrio.

Langkah ini, lanjut Febrio, diharapkan dapat memberikan bantalan ekonomi yang tepat sasaran sekaligus memperkuat stabilitas sosial dan konsumsi masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.