Kadin dan CCCI Teken MoU, Babak Baru Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China

AKURAT.CO Hubungan ekonomi Indonesia dan China memasuki babak baru dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI). Kesepakatan ini tercapai dalam acara Indonesia-China Business Reception 2025 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, bersama Ketua Kadin Komite China (KIKC), Garibaldi 'Boy' Thohir, hadir langsung dalam acara tersebut. MoU ditandatangani oleh Anindya dan Ketua CCCI, Sun Shangbin, sebagai bentuk komitmen memperdalam kerja sama strategis lintas sektor antara dua negara dengan perekonomian terbesar di Asia.
Anindya Bakrie, yang akrab disapa Anin, menegaskan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada sektor-sektor vital seperti perdagangan dan investasi. Ia juga menyampaikan dukungan Kadin terhadap program prioritas pemerintah, yakni Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk menjangkau 80 juta paket makanan per hari bagi anak-anak dan ibu hamil.
Baca Juga: Bos Kadin Hadiri Forum Bisnis Internasional di Prancis, Dorong Diplomasi Bisnis
“Kami mendukung program MBG melalui berbagai jalur, termasuk pembangunan dapur layanan pemenuhan gizi (SPPG), distribusi bahan makanan bergizi, serta modernisasi pertanian dan teknologi pangan,” kata Anin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (25/5/2025).
Prototipe SPPG direncanakan rampung sebelum 17 Agustus 2025 dan akan dibangun di wilayah-wilayah strategis seperti Halmahera Timur, Sulawesi, dan Kalimantan.
MoU ini juga membuka jalan bagi investasi lintas sektor yang lebih luas dan terstruktur. Delapan klaster industri dipaparkan dalam forum tersebut, mencakup teknologi kecerdasan buatan (AI), kereta cepat, pesawat terbang, hilirisasi industri, kesehatan, pendidikan, dan inovasi lainnya.
Ketua KIKT Boy Thohir menilai kegiatan business matching seperti ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk langsung terhubung.
Baca Juga: Bos Kadin Dorong Kerja Sama Ekonomi Global Usai Pertemuan Kenegaraan di Qatar
“Kami mempertemukan 30 pimpinan perusahaan besar asal China dengan pelaku usaha Indonesia. Ketika dua pemimpin hadir, kami jadi lebih semangat,” ujarnya.
Boy juga menyoroti potensi hubungan jangka panjang melalui forum-forum bisnis semacam ini. Menurutnya, kerja sama Indonesia-China tidak hanya tentang transaksi dagang, tetapi juga mempererat diplomasi ekonomi antar-masyarakat.
Data perdagangan Indonesia dan China menunjukkan hubungan ekonomi yang sangat signifikan. Volume perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD 130 miliar per tahun, menjadikan China mitra dagang terbesar bagi Indonesia.
Anin menambahkan bahwa membaiknya hubungan diplomatik akan mempercepat proses perizinan dan akses pendanaan.
“Hubungan baik membuka jalan bagi efisiensi birokrasi dan kemudahan investasi. Ini penting untuk menggerakkan roda ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
Acara prestisius ini turut dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik Rakyat China, Li Qiang. Keterlibatan langsung kepala negara menunjukkan keseriusan kedua negara dalam membangun hubungan ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan.
Penandatanganan MoU antara Kadin dan CCCI juga menetapkan kerangka strategis kelembagaan yang bertujuan untuk meningkatkan arus perdagangan dan investasi, mendukung pengembangan sektor swasta, menciptakan mekanisme kolaborasi praktis, dan memperkuat inisiatif bersama dalam lingkup diplomatik dan ekonomi yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










