Akurat

Bitcoin Nyaris Tembus ATH USD112.000, Ini Pendorongnya

Hefriday | 23 Mei 2025, 13:26 WIB
Bitcoin Nyaris Tembus ATH USD112.000, Ini Pendorongnya

AKURAT.CO Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), didorong kombinasi sinyal teknikal yang kuat, kebijakan regulasi yang mendukung, serta tekanan dari kondisi ekonomi global.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin nyaris menyentuh level USD112.000 per koin atau sekitar Rp1,81 miliar (kurs Rp16.363), mencerminkan lonjakan kepercayaan investor terhadap aset digital ini.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (23/5/2025), kapitalisasi pasar kripto global naik 2,83% menjadi USD3,5 triliun.
 
Bitcoin sebagai aset kripto terbesar menyumbang porsi signifikan dari kenaikan tersebut dengan pertumbuhan harga sebesar 1,9% dalam sehari, mencapai USD111.129 per koin. Bahkan, sempat tercatat menembus angka USD111.980 sebelum terkoreksi tipis.
 
Tak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto lainnya juga menunjukkan performa positif. Ethereum (ETH) naik 4,75% menjadi USD2.641 per koin, sedangkan Binance Coin (BNB) menguat 1,69% ke level USD683 per koin.
 
Kenaikan serempak ini menandakan bahwa pasar kripto tengah berada dalam momentum penguatan yang luas.
 
 
Dari sisi teknikal, pergerakan Bitcoin menunjukkan tren yang sangat positif. BTC telah membentuk pola saluran naik (ascending channel) sejak April 2025, ditandai oleh penciptaan level tertinggi dan terendah baru yang lebih tinggi (higher highs dan higher lows). 
 
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mencatat sinyal bullish crossover, sementara EMA 50 hari naik konsisten ke level USD96.956.
 
Sejumlah analis memperkirakan bahwa jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas USD113.369, target harga selanjutnya berada di kisaran USD117.141 hingga USD120.913. Namun demikian, koreksi sehat ke level USD108.000 dinilai wajar sebelum kembali melanjutkan tren kenaikan, guna memperkuat fondasi teknikal.
 
Dari luar faktor teknikal, regulasi yang kian mendukung juga menjadi katalis utama lonjakan harga.
 
Negara bagian Texas, Amerika Serikat, baru saja mengesahkan RUU Senat Nomor 21 yang membuka peluang bagi pemerintah daerah menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan resmi. Jika disahkan sepenuhnya, Texas akan menjadi negara bagian kedua setelah New Hampshire yang mengakui kripto sebagai aset keuangan negara.
 
Sementara itu, Hong Kong turut memperkuat regulasi dengan mengesahkan aturan mengenai stablecoin berbasis fiat (fiat-referenced stablecoins/FRS).
 
Aturan ini mencakup aspek perizinan, kepatuhan terhadap anti pencucian uang (AML), dan pengelolaan aset cadangan. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem kripto yang aman dan terpercaya.
 
Di tengah gejolak ekonomi global, investor mulai menjadikan Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Lelang obligasi pemerintah AS yang tidak memuaskan meningkatkan imbal hasil US Treasury, dengan tenor 20 tahun menembus 5,1%.
 
Ketidakpastian di pasar obligasi ini mendorong investor mencari alternatif yang lebih stabil, termasuk aset kripto.
 
Ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap stabilitas nilai tukar mata uang fiat juga turut memicu peningkatan permintaan terhadap Bitcoin. Di tengah dinamika global ini, kripto dinilai sebagai alternatif aset yang tidak terikat dengan kebijakan moneter dan fiskal negara tertentu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa