AKURAT.CO Memiliki catatan kredit yang bersih menjadi salah satu syarat utama agar pengajuan kredit, baik untuk kartu kredit, KPR, hingga pinjaman usaha, dapat disetujui oleh pihak bank atau lembaga pembiayaan.
Salah satu indikator utama yang digunakan dalam proses penilaian ini adalah BI Checking, yang kini dikenal sebagai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
BI Checking mencatat seluruh riwayat kredit debitur, termasuk tunggakan, keterlambatan pembayaran, hingga status pinjaman bermasalah.
Skor ini dinilai dalam skala 1 hingga 5, di mana angka 1 menunjukkan kredit lancar dan angka 5 mengindikasikan kredit macet. Semakin tinggi skornya, semakin sulit pengajuan kredit disetujui.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (18/5/2025), membersihkan BI Checking bukan hal yang mustahil, meski membutuhkan waktu dan konsistensi.
Baca Juga: Bukan Penghambat, SLIK OJK Justru Alat Bantu Penyaluran Kredit bagi Bank
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek status SLIK secara mandiri melalui laman resmi OJK. Dari situ, debitur dapat mengetahui penyebab buruknya skor kredit mereka dan siapa krediturnya.
Jika terdapat tunggakan, langkah selanjutnya adalah melunasi seluruh kewajiban yang tertunggak.
Setelah pelunasan, debitur wajib meminta surat keterangan lunas atau surat penyelesaian utang dari lembaga keuangan terkait sebagai bukti bahwa utang sudah diselesaikan secara sah.
Setelah utang dilunasi, skor dalam BI Checking tidak langsung berubah. Data tersebut biasanya akan diperbarui dalam 1–3 bulan ke depan.
Oleh karena itu, penting untuk menyimpan semua bukti pembayaran dan surat resmi dari bank sebagai dokumen pendukung apabila masih terjadi kesalahan pencatatan.
Selain melunasi tunggakan, debitur disarankan untuk memperbaiki pola pembayaran kredit yang sedang berjalan.
Selalu bayar cicilan tepat waktu dan hindari keterlambatan, karena sistem akan merekam setiap transaksi secara real time dan memengaruhi penilaian kredit.
Jika merasa ada kesalahan dalam data BI Checking, misalnya sudah lunas tapi masih tercatat macet, debitur dapat mengajukan komplain ke OJK dengan membawa bukti-bukti pendukung.
Proses koreksi ini biasanya membutuhkan waktu, namun penting dilakukan agar data menjadi akurat.
Untuk menjaga agar skor tetap baik, pastikan untuk tidak mengajukan terlalu banyak pinjaman dalam waktu berdekatan.
Pengajuan kredit yang terlalu sering juga dapat memunculkan kesan buruk di mata kreditur, seolah debitur berada dalam kondisi finansial yang tidak stabil.
Memiliki skor kredit yang sehat tidak hanya mempermudah proses pengajuan pinjaman, tapi juga bisa memperbesar peluang mendapatkan bunga yang lebih rendah dan plafon kredit yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, menjaga BI Checking tetap bersih harus menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang disiplin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









