Trump Gelar Dinner Bersama 220 Pemegang Terbesar Memecoin $TRUMP

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menggelar makan malam eksklusif pada 22 Mei 2025 untuk 220 pemegang terbesar memecoin bernama $TRUMP.
Acara yang dipromosikan sebagai bagian dari strategi pemasaran kripto ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan kekhawatiran akan pengaruh asing.
Memecoin $TRUMP pertama kali diluncurkan pada Januari 2025, berdekatan dengan pelantikan Trump sebagai presiden untuk periode keduanya.
Sebagai bentuk promosi, tim pengembang token tersebut menjanjikan undangan makan malam kepada 220 dompet digital dengan kepemilikan terbanyak. Sebanyak 25 peserta teratas bahkan diberikan akses VIP.
Pengumuman tersebut sempat mendorong harga token melonjak hingga 52%. Namun, lonjakan ini bersifat sementara karena nilai token kemudian kembali mengalami penurunan tajam, menimbulkan spekulasi mengenai sifat spekulatif dan tidak stabil dari aset digital tersebut.
Baca Juga: Memecoin Terbang 30 Persen Usai SEC Hentikan Penyelidikan ke Uniswap
Dikutip dari data blockchain, Selasa (13/5/2025), menunjukkan bahwa dompet-dompet teratas menguasai lebih dari 13,7 juta token dengan nilai total mencapai sekitar USD174 juta atau setara dengan Rp2,87 triliun.
Namun, mayoritas pemilik token tidak teridentifikasi, yang membuka ruang bagi dugaan keterlibatan investor asing. Banyak pengamat menyoroti bahwa sejumlah besar pemilik token menggunakan bursa kripto luar negeri yang tidak melayani pengguna dari Amerika Serikat.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa individu asing mungkin memiliki pengaruh terhadap presiden, yang dapat melanggar foreign emoluments clause dalam Konstitusi AS, ketentuan yang melarang pejabat negara menerima keuntungan dari entitas asing tanpa persetujuan Kongres.
Senator Richard Blumenthal telah menginisiasi penyelidikan etika terkait acara makan malam ini. Sementara itu, Senator Cynthia Lummis mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan, dan menyerukan transparansi lebih dalam keterlibatan pejabat negara dalam proyek-proyek kripto.
Beberapa anggota Kongres bahkan mendorong pelarangan total keterlibatan pejabat publik dalam aktivitas terkait aset digital pribadi yang dapat memberikan keuntungan finansial secara langsung atau tidak langsung.
Kontroversi ini ikut memengaruhi dinamika pembahasan legislasi kripto di parlemen AS. Sejumlah rancangan undang-undang yang berkaitan dengan stablecoin dan aset digital lainnya kini mengalami penundaan, karena para legislator menuntut kejelasan regulasi guna menghindari praktik-praktik yang dinilai tidak etis.
Para pakar menilai polemik ini menjadi pengingat akan kebutuhan mendesak untuk menyusun kerangka hukum yang komprehensif terhadap sektor kripto, terutama menyangkut keterlibatan pejabat publik, potensi pencucian uang, dan risiko terhadap integritas sistem politik.
Acara makan malam eksklusif Donald Trump dengan pemegang token $TRUMP bukan hanya soal promosi aset digital, melainkan juga membuka perdebatan luas tentang etika, konflik kepentingan, dan integritas politik di era cryptocurrency.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










