Akurat

Investor Kakap Dorong Lonjakan Bitcoin ke Level Tertinggi

Hefriday | 26 April 2025, 23:37 WIB
Investor Kakap Dorong Lonjakan Bitcoin ke Level Tertinggi

AKURAT.CO Lonjakan harga Bitcoin yang menembus angka USD93.000 baru-baru ini mengejutkan banyak pihak. Namun, di balik kenaikan ini, terdapat dinamika berbeda dari biasanya.

Kenaikan tersebut bukan dipicu oleh aktivitas investor ritel melalui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), melainkan oleh akumulasi besar-besaran yang dilakukan oleh institusi finansial.

Dikutip dari laman Pintu, Sabtu (26/4/2025), John D’Agostino dari Coinbase Institutional mengungkapkan dalam wawancara dengan CNBC bahwa para investor institusional dan dana kekayaan negara menjadi motor utama di balik lonjakan harga ini.

"Akumulasi Bitcoin telah dilakukan secara diam-diam sejak awal April, sementara pada saat yang sama, investor ritel justru menarik dana mereka dari ETF Bitcoin spot," ujarnya.

Ada tiga faktor utama yang mendorong ketertarikan institusi besar terhadap Bitcoin yaitu Pertama adalah fenomena de-dolarisasi, di mana sejumlah negara dan lembaga keuangan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat di tengah ketidakpastian global.
 
 
Bitcoin, dengan karakteristiknya yang terdesentralisasi, dianggap sebagai alternatif strategis.

Faktor kedua adalah perubahan persepsi terhadap Bitcoin. Dulu, Bitcoin kerap diidentikkan dengan sektor teknologi tinggi, sejajar dengan saham-saham seperti Nvidia.
 
Kini, Bitcoin dinilai telah bertransformasi menjadi instrumen investasi yang lebih mandiri dan tidak lagi hanya berkaitan dengan sektor teknologi.

Ketiga, Bitcoin kini dianggap sebagai bagian dari keranjang lindung nilai terhadap inflasi. Pedagang komoditas berpengalaman mulai memasukkan Bitcoin dalam lima besar aset untuk melindungi nilai kekayaan mereka, bersama dengan emas dan komoditas strategis lainnya.
 
Kelangkaan, kekekalan, dan portabilitas Bitcoin menjadi alasan utama mengapa aset ini semakin dilirik.

Meningkatnya minat institusional terhadap Bitcoin juga tercermin dari peluncuran perusahaan investasi baru, Twenty One Capital.
 
Didirikan oleh CEO Strike Jack Mallers dan Brandon Lutnick dari Cantor Fitzgerald, perusahaan ini mendapatkan dukungan dari sejumlah nama besar seperti Tether, Bitfinex, dan SoftBank. 
 
Twenty One Capital akan memulai operasinya dengan lebih dari 42.000 BTC dan menggunakan ticker "XXI" setelah bergabung dengan Cantor Equity Partners.

Langkah ini memperkuat keyakinan bahwa Bitcoin tidak hanya menjadi instrumen spekulasi ritel, tetapi juga mulai menempati posisi penting dalam portofolio institusional.
 
Kepercayaan yang diberikan oleh lembaga-lembaga besar ini memberikan legitimasi tambahan bagi masa depan Bitcoin di pasar keuangan global.

Sementara itu, altcoin seperti Ethereum, Solana, dan Cardano belum menunjukkan performa serupa dengan Bitcoin. Data dari CoinDesk 20 (CD20) menunjukkan bahwa indeks aset digital utama justru turun 3% dalam sebulan terakhir.
 
Di sisi lain, Bitcoin mencatatkan kenaikan sebesar 7% pada periode yang sama.

Meski pada awalnya investor ritel menarik dana dari ETF Bitcoin, tren ini mulai berbalik seiring dengan kenaikan harga. Data dari SoSoValue mencatat adanya inflow ke ETF Bitcoin sebesar lebih dari USD900 juta selama dua hari berturut-turut.
 
Secara total, inflow ETF mencapai lebih dari USD2,2 miliar antara 21 hingga 23 April 2025, menunjukkan potensi kembalinya minat ritel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa