Akurat

Bitcoin Tembus USD93.000, Bos Indodax: Pergeseran Paradigma

Hefriday | 24 April 2025, 21:50 WIB
Bitcoin Tembus USD93.000, Bos Indodax: Pergeseran Paradigma

AKURAT.CO Harga Bitcoin kembali mencatatkan rekor baru dengan menembus level USD93.000 atau setara sekitar Rp1,56 miliar pekan ini.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian akibat inflasi, ketegangan geopolitik, dan arah kebijakan suku bunga yang belum menentu.

CEO Indodax Oscar Darmawan menilai bahwa kenaikan tajam harga Bitcoin saat ini merupakan hasil dari akumulasi kepercayaan publik terhadap aset digital selama bertahun-tahun. Ia menyebut pergerakan ini bukan fenomena sementara, melainkan validasi ulang terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai (safe haven).
 
"Ketika dunia dilanda keresahan makroekonomi, Bitcoin justru menunjukkan ketahanannya. Ini bukan hanya lonjakan harga, ini adalah pergeseran paradigma dalam cara masyarakat memandang aset digital," ujar Oscar dalam keterangannya, Kamis (24/4/2025).
 
 
Dirinya juga menjelaskan bahwa kenaikan harga kali ini tidak semata-mata dipicu oleh investor ritel.
 
Sebaliknya, institusi besar kini menjadi pendorong utama pasar. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin telah memasuki tahap kedewasaan sebagai instrumen investasi jangka panjang.
 
Tidak hanya Bitcoin, sejumlah altcoin pun mengalami penguatan meski tidak sebesar BTC. Ethereum mencatat kenaikan 13% dalam sepekan terakhir menjadi sekitar USD1.790. Solana naik 4,2% ke kisaran USD151, sementara Polygon melonjak 10% dan berada di angka sekitar USD4,08.
 
Meski tren pasar terlihat positif, Oscar mengimbau investor ritel untuk tidak tergesa-gesa mengambil keuntungan. Ia menekankan pentingnya strategi investasi jangka panjang dan kesabaran dalam menghadapi fluktuasi harga aset kripto.
 
“Sekarang bukan waktu yang tepat untuk panic selling. Justru ini saatnya membangun portofolio secara sabar dan strategis. Sejarah mencatat bahwa mereka yang bersabar yang disebut ‘diamond hands’ biasanya mendapatkan hasil yang lebih besar,” ucapnya.
 
Lebih jauh, Oscar mengingatkan bahwa prediksi jangka panjang terhadap Bitcoin masih sangat optimistis. Lembaga keuangan global seperti Standard Chartered memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai USD200.000 atau sekitar Rp3,37 miliar pada akhir tahun 2025.
 
Bahkan, tokoh finansial dunia Robert Kiyosaki memperkirakan harga Bitcoin bisa melampaui angka USD350.000 atau hampir Rp6 miliar dalam periode yang sama. Prediksi ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset yang potensial untuk jangka panjang.
 
Di Indonesia sendiri, minat masyarakat terhadap aset kripto juga terus meningkat. Data dari Indodax mencatatkan volume transaksi naik 1,5% pada April 2025, dengan nilai mencapai Rp9,8 triliun.
 
Kenaikan ini dianggap sebagai sinyal bahwa pemahaman masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi investasi semakin baik.
 
Oscar pun mengingatkan bahwa pemula tidak perlu menunggu harga turun untuk mulai berinvestasi. Ia menyarankan penggunaan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu berinvestasi secara rutin dalam jumlah kecil tanpa harus menebak kapan harga sedang murah.
 
“Adopsi kripto di Indonesia bukan hanya mengikuti tren luar negeri. Kita sedang menyaksikan transformasi dalam dunia investasi lokal, dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai terlibat,” tegas Oscar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa