BNBR Bukukan Laba Bersih Rp336,04 Miliar di 2024, Tumbuh 27 Persen
Yosi Winosa | 15 April 2025, 17:35 WIB

AKURAT.CO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan pendapatan bersih Rp3,86 triliun di 2024, tumbuh hampir 3% dibanding tahun sebelumnya.
Searah, laba bersih BNBR juga melonjak 27% secara tahunan menjadi Rp336,04 miliar.
"Kami bersyukur di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, perseroan mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024," ujar Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya Novyan Bakrie atau yang akrab disapa Anin, dalam keteranannya, Selasa (15/4/2025).
Dijelaskan Anin, kontributor utama dari pertumbuhan pendapatan ini datang dari dua anak usaha yakni BMI dan KTR.
PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group mencatat peningkatan pendapatan Rp247,37 miliar, sementara PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang bergerak di sektor kendaraan listrik, turut menyumbang kenaikan Rp46,38 miliar atau 44,1% dari penjualan bus listrik.
Lebih dari sekadar untung, BNBR juga berhasil merapikan neraca keuangannya. Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti menjelaskan bahwa kondisi finansial perseroan kini jauh lebih sehat dan ramping.
Setelah proses restrukturisasi panjang, termasuk aksi kuasi reorganisasi dan private placement, rasio utang terhadap aset turun drastis dari 63% menjadi 43%.
“Rasio debt to equity juga turun signifikan menjadi 75 persen dari 167 persen, sementara current ratio naik tajam menjadi 169 persen dari 100 persen,” jelas Roy.
Bahkan, per 31 Desember 2024, BNBR sudah berhasil mencatatkan laba ditahan sebesar Rp329 miliar setelah berhasil menghapus defisit historis senilai Rp19,5 triliun.
Di sektor kendaraan listrik, VKTR bikin gebrakan dengan meresmikan fasilitas perakitan bus listrik komersial sistem completely knocked down (CKD) pertama di Indonesia, yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Bus listrik 12 meter yang dirakit di sini sudah mengantongi TKDN lebih dari 40%.
VKTR juga agresif menjajaki pasar, mulai dari menjual 21 unit bus listrik ke TransJakarta, hingga menjual bus untuk mobilitas bandara dan transportasi karyawan industri pulp dan kertas.
Mereka juga mulai menyasar sektor truk listrik dengan menjual compactor ke proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), serta forklift listrik ke perusahaan swasta dan internal.
Tak hanya kendaraan listrik, BNBR juga kencang di sektor energi baru terbarukan (EBT) lewat anak usahanya, PT Helio Synar Energi (Helio).
Setelah sukses mengembangkan PLTS atap di pabrik PT Braja Mukti Cakra (BMC), Helio kini merampungkan PLTS atap di PT Bakrie Pipe Industries (BPI) dengan kapasitas yang lebih besar.
“Melalui Helio, perusahaan mengerjakan proyek pembangkit listrik EBT yang ramah lingkungan dan menjadi tren masa depan,” ucap Anin.
BNBR juga mulai masuk ke lini teknologi konstruksi lewat PT Modula Sustainability Indonesia (Modula), hasil kerja sama dengan COBOD International asal Denmark.
Perusahaan ini bakal mengembangkan konstruksi berbasis 3D printing, teknologi mutakhir yang menjanjikan proses cepat, efisien, dan ramah lingkungan.
Tak ketinggalan, lini bisnis manufaktur seperti PT Bakrie Pipe Industries (BPI) juga berkontribusi signifikan. Di 2024, BPI mencatatkan pendapatan Rp2,29 triliun, naik 2,3% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama berasal dari sektor oil and gas dan general market.
Sementara itu, PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) sukses meroketkan pendapatannya hingga 89% menjadi Rp151,88 miliar. Peningkatan ini didorong oleh proyek-proyek besar di industri hulu migas.
Anak usaha lainnya, PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN), juga mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 33,3% menjadi Rp410 miliar.
Untuk lini konstruksi, PT Bakrie Construction (BCons) berhasil membuat kejutan dengan peningkatan pendapatan hampir 400% menjadi Rp39,9 miliar. Sebagian besar lonjakan ini berasal dari proyek-proyek di sektor migas hulu.
Dengan capaian ini, bisa dibilang BNBR sedang mengalami kebangkitan yang sesungguhnya. Dari kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga teknologi konstruksi canggih, perusahaan ini sedang memantapkan pijakan menuju masa depan yang lebih hijau, efisien, dan inovatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










