Akurat

XRP Melonjak 5 Persen, Sentimen Regulasi Stablecoin Jadi Katalis Utama

Hefriday | 2 April 2025, 21:00 WIB
XRP Melonjak 5 Persen, Sentimen Regulasi Stablecoin Jadi Katalis Utama

AKURAT.CO Harga XRP mengalami lonjakan signifikan sebesar 5% pada Selasa (1/4/2025). Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif menjelang pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) stablecoin di Kongres Amerika Serikat.

Investor melihat peluang besar jika regulasi ini mampu memberikan kejelasan bagi adopsi stablecoin yang dikembangkan oleh Ripple.

Dikutip dari laman Crypto, Rabu (2/4/2025), lonjakan harga ini terjadi setelah XRP memantul dari level support USD2, menandakan potensi momentum bullish yang lebih kuat. Beberapa analis bahkan memperkirakan bahwa XRP masih memiliki ruang untuk naik lebih tinggi, terutama jika regulasi yang diusulkan membuka jalan bagi integrasi stablecoin Ripple, RLUSD, dalam sistem keuangan global.

Baca Juga: XRP Bisa Tembus USD3 Karena Dua Faktor Ini

Ripple selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan yang aktif mendorong kejelasan regulasi di industri kripto. Pihak eksekutifnya kerap menyatakan bahwa aturan yang jelas akan mempercepat adopsi institusional terhadap XRP.

Jika RUU stablecoin yang akan dibahas pada bulan April ini berpihak pada pendekatan Ripple, harga XRP berpotensi melonjak drastis, bahkan diprediksi bisa mencapai USD10 dalam waktu dekat.

Selain itu, berakhirnya gugatan yang diajukan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) terhadap Ripple menjadi katalis lain yang mendukung sentimen positif. Faktor lain yang turut memperkuat optimisme pasar adalah meningkatnya minat institusional terhadap aset digital, terutama dari perusahaan keuangan besar yang mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk transaksi lintas negara.

Pemerintahan Trump saat ini dikenal memiliki kebijakan yang lebih ramah terhadap aset kripto. Langkah ini memberi peluang bagi Ripple untuk semakin memperluas adopsi XRP, terutama dalam sektor pembayaran dan remitansi global.

Baca Juga: Ripple Menang Telak Lawan SEC, Penutup Perdebatan Hukum XRP

Dengan dukungan regulasi yang lebih jelas, XRP memiliki potensi besar untuk menjadi pilihan utama dalam sistem pembayaran berbasis blockchain.

Dari sisi teknikal, XRP menunjukkan sinyal bullish yang kuat. Breakout dari pola falling wedge, ditambah dengan peningkatan volume perdagangan, menjadi indikasi bahwa tren harga berpotensi terus naik. Saat ini, harga sedang mengincar level resisten di USD2,21. Jika mampu menembusnya, target berikutnya berada di USD2,50.

Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di angka 46,74, naik dari kondisi oversold. Jika RSI berhasil melewati angka 50, momentum bullish akan semakin kuat. Namun, jika harga gagal bertahan di atas USD2,14, ada kemungkinan XRP akan mengalami koreksi ke level support USD2,02 sebelum melanjutkan kenaikan.

Bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum kenaikan XRP, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, perkembangan pembahasan RUU stablecoin di Kongres AS bisa menjadi faktor penentu pergerakan harga dalam jangka pendek.

Jika regulasi yang disahkan memberikan dukungan bagi Ripple, maka harga XRP kemungkinan besar akan melonjak lebih tinggi.

Kedua, kondisi pasar kripto secara keseluruhan juga berpengaruh. Jika Bitcoin dan Ethereum mengalami reli, biasanya altcoin seperti XRP akan ikut terdorong naik. Sebaliknya, jika pasar kripto mengalami tekanan, investor harus berhati-hati terhadap kemungkinan koreksi harga XRP.

Dengan berbagai faktor pendukung yang ada saat ini, XRP tampaknya berada dalam jalur yang positif. Namun, seperti halnya investasi lainnya, volatilitas tetap menjadi tantangan yang perlu diperhitungkan.

Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan regulasi serta pergerakan harga sebelum mengambil keputusan investasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa