Akurat

Bitcoin Turun di Bawah USD84.000, Investor Makin Galau

Hefriday | 10 Maret 2025, 22:35 WIB
Bitcoin Turun di Bawah USD84.000, Investor Makin Galau

AKURAT.CO Bitcoin secara mengejutkan turun di bawah ambang USD84.000, membuat banyak investor bertanya-tanya mengenai penyebab penurunan yang terjadi.

Kejadian ini berlangsung meskipun terdapat sejumlah kabar positif dalam dunia kripto yang semula diharapkan dapat mendorong harga naik.

Penurunan harga terjadi pada saat yang tidak terduga, di mana Bitcoin merosot hampir 6% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan sekitar USD81.000.

Dikutip dari laman Coingape, Senin (10/3/2025), menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin selama seminggu terakhir mengalami penurunan sebesar 3,37%, disertai dengan volume perdagangan harian yang turun hingga 53%, menandakan aktivitas pasar yang melemah.

Di balik penurunan tersebut, sejumlah kalangan besar atau whales tampaknya memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah akumulasi koin.

Baca Juga: Bitcoin Cenderung Turun di Ramadan, Bos Indodax: Perubahan Psikologi Pasar

Dalam tiga hari terakhir, para whales tercatat telah mengumpulkan lebih dari 22.000 BTC, sebuah langkah yang menunjukkan optimisme mereka terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Ironisnya, penurunan harga ini terjadi bersamaan dengan serangkaian kabar baik yang seharusnya menjadi angin segar bagi pasar kripto. Pemerintah Amerika baru saja menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Cadangan Kripto Strategis, sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Selain itu, diadakan pula KTT kripto di Gedung Putih dan sejumlah pernyataan positif dari OCC (Office of the Comptroller of the Currency) yang memberikan sinyal mendukung bagi industri kripto. Kabar-kabar tersebut awalnya dinilai mampu mengangkat semangat pasar.

Namun, meskipun sejumlah berita positif bermunculan, pasar tidak merespons seperti yang diharapkan. Ketidakcocokan antara berita baik dan pergerakan harga ini menimbulkan kebingungan di kalangan investor, yang kini mencoba mencari tahu faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga Bitcoin.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Kembali Tertekan Jelang KTT Kripto Gedung Putih

Beberapa faktor eksternal juga turut berperan, seperti kebijakan ekonomi Amerika yang baru menerapkan tarif perdagangan baru.

Selain itu, laporan Non-farm Payrolls (NFP) yang menunjukkan kekuatan ekonomi AS telah memicu spekulasi bahwa The Fed mungkin akan memperketat kebijakan moneter, yang dapat berdampak negatif pada aset-aset berisiko seperti Bitcoin.

Di samping itu, meskipun pengumuman mengenai Cadangan Kripto Strategis dan KTT di Gedung Putih memberikan sinyal positif, banyak investor merasa belum ada langkah konkret yang mampu langsung mengangkat harga Bitcoin.

Euforia yang sempat muncul pun dengan cepat mereda, menandakan adanya ketidakpastian yang masih melingkupi pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa