Asuransi Jiwa Syariah Semakin Diminati, AAJI Optimis Masyarakat kian Melek Proteksi Halal

AKURAT.CO Kesadaran masyarakat Indonesia soal pentingnya perlindungan keuangan berbasis syariah semakin meningkat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan positif industri asuransi jiwa syariah sepanjang 2024, naik 10,4% secara tahunan menjadi Rp22,61 triliun.
Menurut Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, mengatakan tren positif ini tidak cuma jadi kabar baik buat industri asuransi jiwa, namun juga menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk keuangan yang sesuai prinsip syariah.
“Sekarang makin banyak orang yang sadar pentingnya proteksi, tapi juga pengin yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Ini bikin premi asuransi jiwa syariah terus tumbuh,” ujar Budi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (2/3/2025).
Lebih lanjut, AAJI juga mencatat jumlah masyarakat yang ikut terlindungi lewat asuransi jiwa melonjak tajam. Sepanjang tahun lalu saja, total peserta asuransi jiwa mencapai 154,64 juta orang, atau tumbuh 80,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mayoritas datang dari peserta kumpulan, seperti karyawan yang difasilitasi proteksi oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Baca Juga: Tuliskan Dasar Hukum yang Menjadi Pijakan Asuransi Syariah Menurut Para Fuqaha?
"Semakin banyak orang yang punya akses ke asuransi, makin besar juga dampaknya buat ketahanan finansial keluarga mereka," jelas Budi.
AAJI juga mencatat total pembayaran klaim sepanjang 2024 mencapai Rp160,07 triliun kepada lebih dari 9 juta penerima manfaat. Klaim tersebut mencakup berbagai jenis, mulai dari santunan meninggal dunia, klaim akhir kontrak, hingga klaim kesehatan.
Senada dengan Budi, Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan Good Corporate Governance (GCG) AAJI, Fauzi Arfan memaparkan bahwasanya dengan perolehan angka tersebut menunjukkan betapa vitalnya asuransi jiwa dalam menjaga kestabilan keuangan masyarakat.
“Lewat manfaat santunan jiwa sampai pencairan dana kontrak, kami terus pastikan nasabah dapat perlindungan maksimal. Jadi, kalau ada risiko mendadak, kondisi keuangan tetap aman,” kata Fauzi.
Oleh karena itu, dengan hasil pencapaian tren positif tersebut Industri asuransi jiwa syariah makin dilirik sebagai pilihan proteksi yang bukan cuma aman, tapi juga sesuai dengan prinsip halal. Ditengah makin tingginya literasi keuangan syariah, industri ini diprediksi bakal terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










