AAJI Optimis Industri Asuransi Jiwa Siap Hadapi Tahun 2025

AKURAT.CO Industri asuransi jiwa di Indonesia kian menunjukkan taringnya di tahun 2025. tidak hanya sekedar bertahan, namun justru semakin optimistis untuk tumbuh lebih kencang, meski harus siap-siap menghadapi sederet aturan baru.
Menurut Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon menyampaikan bahwasanya tahun ini, industri asuransi jiwa memiliki peluang besar untuk berkembang. Kuncinya ada di adaptasi terhadap regulasi baru yang segera berlaku, plus inovasi produk biar kebutuhan masyarakat makin terpenuhi.
“Saat ini kami lagi fokus siapin diri menghadapi penerapan PSAK 117 di 2025 dan aturan permodalan baru di 2026. Tujuannya biar industri asuransi jiwa makin transparan dan berkelanjutan,” kata Budi dalam keterangan resmi AAJI di Jakarta, Minggu (2/3/2025).
Selain persiapan regulasi, tambahnya, industri asuransi juga terus berusaha memberikan perlindungan maksimal untuk masyarakat melalui penerapan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang asuransi kesehatan. Sistem Coordination of Benefit (CoB) juga makin dimaksimalkan supaya manfaat asuransi makin terasa.
Baca Juga: Ketua Komisi XI Beberkan Tantangan Pengelolaan Asuransi di Indonesia
Dengan langkah-langkah itu, AAJI yakin kepercayaan nasabah bakal meningkat dan membawa dampak positif buat pertumbuhan industri asuransi jiwa ke depannya.
Meskipun begitu, AAJI optimisme kinerja industri asuransi jiwa sepanjang tahun lalu sangat tinggi. Mengacu kepada data sementara dari laporan keuangan (unaudited) 56 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia menunjukkan total aset industri mencapai Rp616,75 triliun di 2024.
Menurut Kepala Departemen Keagenan AAJI, Wianto Chen, angka ini naik 0,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan tahun sebelumnya yang cuma 0,3%. Total investasi juga ikut naik tipis jadi Rp541,40 triliun.
Menariknya, investasi di Surat Berharga Negara (SBN) jadi salah satu penyumbang terbesar, dengan kenaikan 11,9% yoy. Nilainya mencapai Rp205,03 triliun atau sekitar 37,9% dari total investasi. Selain itu, asuransi jiwa juga menaruh dana di saham dan reksa dana yang masing-masing nyumbang 24,7% dan 12,9%.
“Industri asuransi jiwa punya peran penting buat ekonomi nasional. Lewat investasi di SBN, industri ini nggak cuma jaga stabilitas, tapi juga ikut dorong pembangunan nasional,” jelas Wianto.
Baca Juga: Ketua Komisi XI DPR: Kasus Gagal Bayar Asuransi Picu Ketidakpercayaan Publik, OJK Harus Berbenah!
Meski prospek cerah, tantangan tentu tetap ada. Tapi pelaku industri asuransi jiwa udah siap gaspol buat terus berinovasi, adaptasi sama aturan baru, dan kasih layanan terbaik buat masyarakat.
Dengan kombinasi strategi jitu, inovasi produk, serta penguatan investasi, industri asuransi jiwa diyakini bisa terus tumbuh dan jadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Jadi, buat kamu yang lagi mikir soal proteksi finansial, kayaknya nggak ada salahnya mulai lirik produk asuransi jiwa. Selain buat jaga diri sendiri, kamu juga ikut andil dalam mendukung perekonomian negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









