Peluang Cuan Besar! 5 Altcoin Ini Berpotensi Meledak di Tahun 2025

AKURAT.CO Pasar kripto selalu identik dengan volatilitas, namun bagi sebagian investor, risiko tersebut juga menyimpan potensi keuntungan besar. Di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah, beberapa altcoin kini muncul sebagai pilihan menarik untuk menyalurkan investasi berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil yang fantastis.
Dikutip dari pintu.co.id, Kamis (27/2/2025), sejumlah proyek seperti Qubetics hingga Rexas Finance, kini tengah menjadi sorotan sebagai aset dengan kemampuan mengubah investasi kecil menjadi kekayaan besar.
Salah satu proyek yang mencuri perhatian adalah Qubetics (USDTICS). Proyek ini tidak hanya sekadar token baru, melainkan digadang sebagai aggregator Web3 pertama di dunia yang mengintegrasikan inovasi blockchain dengan aplikasi praktis.
Qubetics menawarkan solusi untuk permasalahan transaksi lintas batas melalui teknologi yang dapat memproses transaksi secara cepat dan aman. Menurut para analis, potensi kenaikan harga Qubetics sangat signifikan, dimana investasi kecil senilai USD900 berpotensi meningkat hingga USD90,000 seiring dengan pertumbuhan adopsi di berbagai sektor.
Baca Juga: Otoritas India Sita Aset Kripto USD190 Juta Terkait Skandal Bitconnect
Sementara itu, Dogecoin (DOGE) yang awalnya hanya dianggap sebagai lelucon, kini telah menjadi salah satu memecoin yang sangat diminati. Dukungan dari tokoh-tokoh terkemuka seperti Elon Musk dan komunitas aktif telah mendorong Dogecoin untuk berulang kali menunjukkan lonjakan harga yang dramatis.
Meskipun saat ini harga DOGE mengalami penurunan, sejarah mencatat bahwa kondisi pasar yang tepat dapat membuat harga token ini melonjak hingga 10 kali lipat. Ini menjadikan DOGE sebagai opsi menarik bagi investor dengan toleransi risiko tinggi.
Tak kalah menarik, Stellar (XLM) muncul sebagai pesaing kuat dalam solusi pembayaran lintas negara. Dengan harga saat ini yang sangat terjangkau, Stellar memanfaatkan kemitraan besar seperti IBM dan bank-bank terkemuka untuk mengembangkan solusi pembayaran yang cepat dan efisien.
Dengan dukungan institusional dan potensi adopsi yang terus berkembang, Stellar diyakini mampu mendongkrak nilai investasinya secara signifikan. Analisis pasar menunjukkan bahwa, dalam skenario pertumbuhan optimis, investasi USD900 dalam Stellar dapat berkembang pesat, membuka peluang keuntungan yang menjanjikan.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Kripto Anjlok Rp36,5 Triliun, Tertekan Tarif Trump
Di ranah blockchain generasi berikutnya, Sui (SUI) menawarkan kinerja tinggi dengan biaya transaksi yang rendah. Dirancang oleh mantan insinyur dari Meta, Sui mengedepankan keamanan dan skalabilitas dalam eksekusi kontrak pintar.
Saat ini, harga Sui berada pada level yang masih relatif rendah, namun seiring dengan adopsi yang meningkat dan penerapan teknologi baru, harga SUI berpotensi melonjak hingga mencapai $50 atau lebih, menjadikannya salah satu proyek smart contract yang paling menarik di luar Ethereum.
Menjadi pendatang baru yang patut diwaspadai adalah Rexas Finance (RXS), yang mengusung konsep tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Proyek ini memungkinkan investor untuk membeli saham pecahan dari properti, komoditas, dan aset berharga lainnya melalui blockchain.
Dengan presale yang sudah mencapai tahap ke-12 dan kuota yang hampir terisi penuh, harga token RXS saat ini diluncurkan di kisaran USD0,20 hingga USD0,25. Para analis optimis bahwa dengan audit keamanan yang kuat dan minat investor yang tinggi, RXS dapat mencapai nilai hingga USD5 atau lebih di tahun 2025.
Keempat altcoin tersebut Qubetics, Dogecoin, Stellar, Sui, dan Rexas Finance menawarkan pendekatan dan utilitas yang berbeda. Qubetics fokus pada solusi transaksi lintas batas yang efisien, Dogecoin menawarkan peluang spekulatif yang tinggi dengan komunitas yang kuat, Stellar memberikan alternatif inovatif dalam pembayaran global, Sui menonjolkan performa smart contract yang scalable, dan Rexas Finance membuka peluang investasi dalam aset dunia nyata dengan harga terjangkau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










