Alami Volatilitas Ekstrem, Tiga Kripto Ini di Prediksi Menurun Drastis di Maret 2025

AKURAT.CO Menjelang pergantian bulan Maret 2025, pasar cryptocurrency menunjukkan gejolak yang signifikan dengan beberapa altcoin mengalami penurunan harga drastis dalam satu bulan terakhir. Mengacu kepada hasil data terbaru, menunjukkan bahwa token DEFI, LayerAI (LAI), dan Zerebro mengalami koreksi tajam, menambah kekhawatiran para investor di tengah dinamika pasar yang tidak menentu.
Dikutip dari laporan Pintu Market, Kamis (27/2/2025), harga token DEFI tercatat mengalami penurunan sebesar 82,15% dalam waktu satu bulan. Saat ini, token tersebut diperdagangkan pada harga sekitar Rp165,9, turun drastis dari puncaknya yang mencapai Rp969,4. Meskipun market cap DEFI masih berada di angka Rp139,03 miliar, volume perdagangan 24 jam turun sebesar 31,45% menjadi USD1,73 juta, menunjukkan kurangnya minat beli dari pasar.
Tidak hanya DEFI, token LayerAI (LAI) juga mencatat penurunan signifikan. Pada tanggal 26 Februari 2025, harga LAI tercatat turun mencapai 66,63% dalam satu bulan, saat ini diperdagangkan sekitar Rp46,18, jauh di bawah harga tertingginya yang pernah mencapai Rp138,4. Meskipun ada sedikit peningkatan pada kapitalisasi pasar LAI, yang naik 2,66% menjadi sekitar USD6,76 juta, volume perdagangan 24 jam mengalami penurunan sebesar 17,49% menjadi USD1,52 juta.
Baca Juga: Harga Aset Kripto Bergerak Variatif, Bitcoin Menguat Tipis
Sementara itu, token Zerebro mengalami penurunan harga sebesar 65,97% dalam satu bulan terakhir. Harga token Zerebro saat ini diperdagangkan pada Rp582,2, turun tajam dari level tertinggi sebelumnya yang mencapai Rp1.787.
Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa volume perdagangan 24 jam untuk Zerebro turun sebesar 14,70% menjadi USD16,62 juta, sedangkan kapitalisasi pasarnya justru naik 7,09% mencapai USD34,73 juta sebuah indikasi bahwa meskipun ada penurunan harga, beberapa investor besar mungkin masih melihat potensi nilai di balik fluktuasi tersebut.
Penurunan harga ketiga altcoin ini menandai tantangan besar yang harus dihadapi oleh para pengembang dan pelaku pasar. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian global dan perubahan dinamika pasar kripto, di mana volatilitas seringkali menjadi ciri khas.
Oleh karena itu para investor disarankan untuk harus lebih berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi, terutama dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif.
Penurunan yang ekstrem ini mungkin merupakan bagian dari siklus alami dalam evolusi pasar kripto. Seiring dengan berakhirnya tren popularitas meme coin, perhatian investor mulai bergeser ke altcoin yang menawarkan utilitas dan inovasi dunia nyata, meskipun dalam jangka pendek, beberapa token masih menghadapi tekanan jual yang berat.
Baca Juga: Remixpoint Getol Akumulasi Kripto, Tembus JPY10 Miliar
Sementara itu, volume perdagangan yang menurun pada DEFI dan LAI menunjukkan adanya penurunan minat beli yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa, untuk saat ini, pasar lebih cenderung untuk mengurangi aktivitas trading karena kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global dan ketidakpastian regulasi di beberapa negara. Penurunan volume ini juga meningkatkan volatilitas, karena pasar yang kurang likuid cenderung lebih mudah terguncang oleh aksi jual besar.
Dari sisi fundamental, meskipun beberapa proyek altcoin tersebut memiliki potensi jangka panjang, investor harus siap menghadapi fluktuasi harga yang tajam dalam periode transisi ini. Dengan latar belakang ekonomi global yang masih belum stabil, serta adanya perubahan kebijakan moneter di beberapa negara besar, volatilitas pasar kripto kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Dinamika penurunan harga yang signifikan pada token DEFI, LAI, dan Zerebro menyoroti betapa kompleksnya pasar cryptocurrency saat ini. Meskipun ada potensi pemulihan di masa depan, kondisi volatilitas yang tinggi mengharuskan investor untuk selalu waspada dan terus mengikuti perkembangan terbaru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










