Bitcoin Tertekan Usai Peretasan Bybit, Investor Waspadai Level Kristis
Hefriday | 24 Februari 2025, 22:25 WIB

AKURAT.CO Bitcoin masih berjuang menembus angka psikologis USD100.000 setelah insiden peretasan besar-besaran di platform perdagangan kripto Bybit, yang memicu aksi jual masif.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar USD95.803 per unit, mencerminkan kondisi pasar yang masih rapuh.
Menurut Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, penurunan tersebut menciptakan pola bearish engulfing, yang semakin diperburuk oleh likuidasi pasar kripto senilai lebih dari USD600 juta.
"BTC sempat melonjak ke level tertinggi mingguan di USD98.940 sebelum mengalami penurunan tajam lebih dari USD4.000, mencapai titik terendah tiga hari di USD94.800," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/2/2025).
Salah satu penyebab utama penurunan harga ini adalah pelanggaran keamanan di Bybit.
Peretasan yang menewaskan sekitar USD1,4 miliar dalam bentuk Ethereum (ETH) telah menjadi salah satu peristiwa peretasan terbesar dalam sejarah industri kripto dan langsung memicu kepanikan di kalangan trader.
Selain dampak peretasan, kondisi makroekonomi juga turut memengaruhi pergerakan harga Bitcoin.
Data ekonomi terbaru mengindikasikan pelemahan di Amerika Serikat, dengan indeks manajer pembelian sektor jasa berada pada titik terendah dalam dua tahun terakhir, menambah tekanan pada pasar aset digital.
Investor kini menantikan serangkaian data penting pekan ini, termasuk keyakinan konsumen, penjualan rumah baru, dan rilis PDB kuartal keempat.
"Angka pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan bisa mengurangi peluang pemangkasan suku bunga, sementara angka yang lebih rendah dapat memberikan alasan bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya," kata Fyqieh.
Dalam analisis teknikalnya, Fyqieh menyoroti bahwa indikator seperti Relative Strength Index (RSI) harian dan 4 jam masih menunjukkan tren bearish. Ia juga menyebutkan,
"EMA 100 hari yang berada di USD94.100 menjadi level support penting. Jika level ini gagal bertahan, BTC bisa turun lebih lanjut ke USD93.415 atau bahkan USD91.300," debutnya.
Walaupun volatilitas pasar tetap rendah dan Bitcoin masih bergerak dalam kisaran yang ketat sepanjang bulan ini, pergerakan harga menunjukkan tekanan jual yang mendominasi.
Bitcoin sempat menciptakan pola golden cross sebelum peretasan Bybit memicu aksi jual cepat dari USD98.000 ke USD95.000 dalam waktu singkat.
Selain itu, pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan penurunan dengan Market Cap turun 2,3% dalam 24 jam terakhir menjadi USD3,28 triliun, menandakan adanya konsolidasi meski sebagian pulih dari dampak peristiwa peretasan.
Di sisi lain, skenario bullish masih memungkinkan apabila Bitcoin berhasil menembus resistance di USD97.756.
Jika hal ini terjadi, BTC berpotensi kembali ke level USD100.000 dengan target berikutnya mencapai USD102.668. Namun, saat ini, ketidakpastian pasar menuntut kehati-hatian dari para trader.
"Kegagalan Bitcoin untuk bertahan di atas USD98.940 serta ketidakpastian pasar yang lebih luas menyoroti lemahnya tren naik. Trader perlu mengawasi apakah BTC dapat merebut kembali level tersebut atau justru menembus di bawah EMA 100 hari, yang bisa memicu koreksi lebih dalam," tukas Fyqieh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










