AKURAT.CO Pemerintah terus mendorong koperasi sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam, harus lebih dari sekadar lembaga keuangan.
“Kospin Jasa, misalnya, tidak hanya harus berfungsi sebagai penyedia dana, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Ini bisa dilakukan dengan mendukung sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, serta usaha kecil dan menengah,” ujar Budi Arie dalam keterangannya, Sabtu (22/2/2025).
Menurutnya, koperasi memiliki keunggulan dibanding lembaga keuangan lainnya karena berbasis gotong royong. Hal ini membuat koperasi lebih fleksibel dalam memberikan akses pembiayaan bagi para anggotanya.
Di tengah tantangan ekonomi saat ini, banyak pelaku usaha mikro yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank karena berbagai persyaratan yang ketat. Koperasi hadir sebagai solusi, memberikan akses modal dengan prosedur yang lebih sederhana dan suku bunga yang lebih kompetitif.
Budi Arie menambahkan bahwa koperasi simpan pinjam juga memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Dengan memahami cara mengelola keuangan dan memanfaatkan pinjaman dengan bijak, anggota koperasi bisa lebih mandiri dalam mengembangkan usaha mereka.
Selain memperkuat permodalan, pemerintah juga mendorong koperasi untuk mengadopsi teknologi dan inovasi digital. Dengan digitalisasi, koperasi bisa lebih efisien dalam melayani anggotanya, mulai dari proses pencatatan transaksi hingga sistem peminjaman yang lebih transparan dan cepat.
“Jika koperasi bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, maka mereka akan semakin berdaya saing dan bisa bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Ini penting untuk memastikan koperasi tetap relevan di era ekonomi digital,” kata Budi Arie.
Dengan sistem yang lebih modern dan akses modal yang lebih luas, koperasi diyakini mampu memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Tidak hanya membantu pelaku usaha mikro berkembang, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.
“Oleh karena itu, kami berharap koperasi bisa terus berkembang dan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Dengan semangat gotong royong, kita bisa membangun koperasi yang lebih kuat dan lebih bermanfaat bagi semua,” ucap Budi Arie.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








