Akurat

Danai Operasional Kilang, KPI Amankan Kredit USD100 Juta dari First Abu Dhabi Bank

Dedi Hidayat | 18 Desember 2025, 20:14 WIB
Danai Operasional Kilang, KPI Amankan Kredit USD100 Juta dari First Abu Dhabi Bank

AKURAT.CO Kilang Pertamina Internasional (KPI) memperoleh fasilitas kredit bank luar negeri sebesar USD100 juta dari salah satu bank terkemuka asal Uni Emirat Arab (UEA), First Abu Dhabi Bank (FAB) Cabang Singapura.

Direktur Keuangan KPI, Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, pembiayaan ini akan dimanfaatkan sebagai modal kerja untuk mendukung proses pembelian bahan baku

“Seiring meningkatnya utilisasi kilang dan kebutuhan perusahaan untuk menjaga keandalan suplai dalam mendukung operasional yang terus berkembang," kata Fransetya dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

Fransetya menjelaskan bahwa perolehan fasilitas kredit dari institusi keuangan internasional ini akan memberikan dampak positif bagi KPI, baik dalam hal memperkuat struktur pendanaan global maupun meningkatkan fleksibilitas dalam mengamankan pasokan minyak mentah.

Baca Juga: KPI Siapkan 42,6 Juta Barel BBM Untuk Nataru 2026, Ini Rinciannya

Fransetya juga menyampaikan bahwa capaian ini merupakan wujud kepercayaan lembaga keuangan global terhadap KPI. Kerja sama ini menunjukkan bahwa KPI dipandang sebagai perusahaan dengan fundamental yang solid dan prospek jangka panjang yang positif.

“Keberhasilan memperoleh fasilitas kredit dari bank internasional di tengah ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga minyak dunia, serta dinamika pasar energi global merupakan pencapaian penting bagi perusahaan,” ujar Fransetya.

Saat ini, pasar energi dunia masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat mengganggu stabilitas suplai, fluktuasi harga minyak akibat dinamika produksi OPEC+ dan tren permintaan global, serta percepatan transisi energi yang mempengaruhi pola investasi sektor minyak dan gas.

Dalam konteks tersebut, dukungan pembiayaan luar negeri dari bank UEA menjadi sinyal positif atas posisi KPI sebagai salah satu pelaku utama industri pengolahan minyak yang dipercaya oleh global lenders.

Di tingkat nasional, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan energi. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tercatat lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksi kilang nasional. Kondisi ini membuat Indonesia masih harus mengimpor sebagian produk BBM untuk menjaga ketercukupan suplai.

"Dengan meningkatnya utilisasi kilang serta penguatan struktur pembiayaan untuk pengadaan minyak mentah, KPI berperan penting dalam mengoptimalkan produksi BBM domestik, secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor, dan mendukung ketahanan energi nasional," tutur Fransetya.

Fransetya menuturkan, KPI terus berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur pengolahan minyak melalui peningkatan performa operasional kilang, implementasi proyek strategis, dan kolaborasi dengan mitra global.

“Fasilitas kredit sebesar USD100 juta dari bank FAB ini menjadi langkah strategis yang akan memperkuat rantai pasok, meningkatkan kapasitas pemrosesan minyak mentah, dan berkontribusi terhadap upaya perusahaan dalam menjaga ketahanan energi Indonesia," tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.