8 Tips Lunasi Utang Yang Menggunung

AKURAT.CO Utang sering kali menjadi beban yang bikin kepala pening, terutama jika jumlahnya sudah menumpuk dan terasa sulit dilunasi.
Baik itu dari kartu kredit, pinjaman online, atau utang ke teman, kalau tidak segera ditangani, bisa bikin stres dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Tapi jangan khawatir! Ada beberapa cara efektif untuk melunasi utang secara bertahap tanpa harus kehilangan kewarasan.
1. Catat dan Hitung Semua Utang
Mengutip dari laman Cermati, Minggu (16/2/2025), langkah pertama adalah jujur pada diri sendiri. Catat semua utang yang kamu miliki, termasuk jumlah total, bunga, dan jatuh tempo pembayaran.
Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi keuanganmu. Jangan sampai ada yang terlewat, karena utang kecil sekalipun bisa jadi besar kalau terus diabaikan.
Baca Juga: Tips Utang Cerdas Buat Kaum Milenial, Memangnya Ada?
2. Prioritaskan Utang dengan Bunga Tinggi
Setelah mencatat semua utang, tentukan mana yang harus dilunasi lebih dulu. Biasanya, utang dengan bunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman online harus menjadi prioritas utama. Jika dibiarkan, bunga yang terus berjalan bisa membuat jumlah utang semakin membengkak.
Gunakan metode berikut:
- Metode Snowball: Lunasi utang dari yang paling kecil dulu. Ini bisa memberikan motivasi karena kamu merasa ada kemajuan
- Metode Avalanche: Lunasi utang dengan bunga paling tinggi dulu untuk mengurangi total beban bunga.
3. Buat Anggaran dan Kurangi Pengeluaran
Agar bisa melunasi utang lebih cepat, kamu harus mengatur keuangan dengan ketat. Buat anggaran bulanan dan sisihkan sebagian pendapatan khusus untuk membayar utang. Kurangi pengeluaran yang tidak penting seperti makan di luar, belanja impulsif, atau langganan layanan streaming yang jarang dipakai.
4. Cari Penghasilan Tambahan
Kalau gaji bulanan tidak cukup untuk melunasi utang, pertimbangkan untuk mencari penghasilan tambahan. Bisa lewat freelance, bisnis kecil-kecilan, atau kerja sampingan. Misalnya, jualan online, jadi driver ojol, atau mengajar les privat. Setiap tambahan penghasilan bisa langsung dialokasikan untuk membayar utang lebih cepat.
5. Hindari Berutang Lagi
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah melunasi utang dengan berutang lagi. Ini hanya akan membuat siklus utang terus berlanjut tanpa solusi nyata. Kalau memang terpaksa harus berutang lagi, pastikan untuk memilih pinjaman dengan bunga rendah dan tenor yang lebih fleksibel.
6. Negosiasi dengan Pihak Pemberi Pinjaman
Kalau utang sudah terlalu berat dan sulit dibayar, coba negosiasi dengan pihak pemberi pinjaman. Beberapa bank atau perusahaan pinjaman kadang bisa memberikan restrukturisasi utang, seperti perpanjangan tenor atau pengurangan bunga. Jangan ragu untuk meminta solusi, karena mereka juga lebih memilih menerima pembayaran yang masuk akal daripada tidak dibayar sama sekali.
7. Gunakan Dana Darurat atau Jual Barang Tak Terpakai
Jika kamu punya tabungan darurat, bisa digunakan sebagian untuk melunasi utang, terutama yang memiliki bunga tinggi. Selain itu, kamu juga bisa menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai, seperti pakaian, gadget, atau perabot rumah tangga. Lumayan, hasilnya bisa membantu mengurangi beban utang.
8. Jangan Lupa Evaluasi dan Disiplin
Setelah menerapkan berbagai cara di atas, jangan lupa untuk terus mengevaluasi perkembangan pelunasan utangmu. Pastikan kamu tetap disiplin dalam mengelola keuangan, agar tidak kembali terjebak dalam siklus utang yang sama di masa depan.
Melunasi utang memang butuh kesabaran dan strategi yang tepat. Dengan mencatat semua utang, mengatur prioritas pembayaran, mencari penghasilan tambahan, serta mengurangi pengeluaran, kamu bisa perlahan-lahan keluar dari lilitan utang. Yang terpenting, jangan tambah utang baru sebelum yang lama lunas!
Ingat, mengelola keuangan dengan bijak adalah investasi untuk masa depan yang lebih tenang dan bebas dari stres finansial. Jadi, sudah siap memulai langkah pertama untuk melunasi utang?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










