Ketua Komisi XI Dukung BI Gelontorkan KLM Untuk Pacu Program 3 Juta Rumah

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyatakan dukungan Komisi XI DPR RI secara politis kepada Bank Indonesia (BI) untuk menggelontorkan insentif likuditas dalam bentuk kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) guna mendukung program 3 juta rumah pemerintah.
Hal itu diungkapkannya usai rapat dengan Gubernur BI, Perry Warjiyo; Menteri PKP Maruarar Sirait; Menteri BUMN Erick Thohir dan perwakilan Danantara yang dihadiri Pandu Sjahrir, Selasa (11/2/2025) malam di Kantor BI.
"Rapat hari ini adalah bagian dari upaya Komisi XI memberikan dukungan kepada mitra kami yaitu BI untuk bisa membantu program pemerintah yang sangat luar biasa, ini masuk dalam Asta Cita Bapak Presiden," ujar Misbakhun.
Baca Juga: Menteri Ara Merapat ke Kantor BI Bahas Program 3 Juta Rumah
Menurut Misbakhun, kebijakan moneter bisa didorong menjadi salah satu game changer dalam membantu program pembiayaan 3 juta rumah yang menjadi program prioritas utama Presiden Prabowo dan menjadi salah satu quick win di pemerintahan.
"Program yang harus dilaksanakan. Dan hari ini kita mencari salah satu solusi yaitu bagaimana BI memberikan dukungan melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Kita tahu bahwa bapak presiden ingin program perumahan ini bermanfaat untuk semua rakyat. Dan kita tahu bahwa ada keterbatasan likuiditas. Harapan kita Bank Indonesia bisa membantu ketersediaan likuiditas itu," imbuhnya.
KLM sendiri merupakan pelonggaran pemenuhan giro wajib minimum (GWM) bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor tertentu. Dengan itu, bank-bank yang menyalurkan kredit sesuai dengan ketentuan akan menerima likuiditas tambahan.
Dikatakan, untuk memastikan perannya dalam menjaga stabilitas nilai tukar, stabilitas harga serta stabilitas sistem keuangan, BI harus diberi peran yang cukup memadai sesuai kapasitasnya.
"Hari ini pemerintah punya komitmen yang tegas, jelas dan jumlahnya juga cukup signifikan di program-program awal ini. Tadi dukungan dari Bank Himbara juga luar biasa. BI punya komitmen yang kuat dan saya sebagai Ketua Komisi XI hanya ingin memberikan penguatan kepada BI bahwa apa yang dilakukan BI dalam sebuah koridor sesuai peraturan perundang-undangan dan kita berikan dukungan secara politik yang memadai," tegas Misbakhun.
Lewat rapat ini, diharapkan lahir terobosan penting agar nantinya sektor perumahan bisa didorong untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8%.
Dalam rapat tersebut, diputuskan nantinya BI akan mengelontorkan likuiditas dalam bentuk KLM sebesar Rp80 triliun secara bertahap ke bank penyalur kredit perumahan. Adapun insentif likuiditas yang tersedia saat ini baru sebesar Rp23,19 triliun.
Dengan guyuran insentif likuiditas sebesar Rp80 triliun ini, jumlah rumah subsidi yang dibangun bisa bertambah lebih dari 440.000 atau dua kali dari pembiayaan APBN dan perbankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








