Akurat

Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, OJK Dorong Pembiayaan Perumahan dan Hilirisasi

Hefriday | 4 Februari 2025, 18:38 WIB
Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, OJK Dorong Pembiayaan Perumahan dan Hilirisasi

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa investasi dan ekspor merupakan dua faktor utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kedua aspek ini dianggap sebagai pendorong potensial dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK, Agus E Siregar, menyatakan bahwa investasi diharapkan menjadi penggerak utama dalam mendukung berbagai program pemerintah. 

"Kami mendukung dengan sangat salah satu program strategis yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah", ucap Agus di sela acara Economic Outlook 2025 di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Menurut Agus, program ini tidak hanya bertujuan menyediakan hunian yang terjangkau, tetapi juga memberikan dampak berganda (multiplier effect) dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan sektor riil. 
 
 
"Untuk mendukung pencapaian tersebut, OJK telah menerapkan berbagai kebijakan yang mendorong sektor jasa keuangan (SJK) berkontribusi lebih aktif dalam pembiayaan perumahan", tutur Agus.

Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah relaksasi regulasi di sektor perbankan agar lebih banyak lembaga keuangan yang terlibat dalam pendanaan sektor perumahan.
 
Selain itu, pembiayaan dari lembaga non-bank, seperti perusahaan pembiayaan, Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan BP Tapera, juga perlu dimaksimalkan guna memperluas akses permodalan.

Agus menambahkan bahwa industri asuransi juga diharapkan dapat membentuk konsorsium yang bertujuan meningkatkan dukungan pembiayaan sektor perumahan secara lebih signifikan. Hal ini akan memberikan solusi finansial yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Di sisi lain, OJK juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menyediakan dukungan likuiditas untuk program perumahan.
 
Salah satu langkah strategis yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan efek beragun aset sebagai instrumen pembiayaan alternatif.

Selain investasi, sektor ekspor juga menjadi salah satu fokus utama OJK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Keanggotaan Indonesia dalam berbagai organisasi ekonomi global, seperti BRICS dan rencana aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), dinilai sebagai peluang strategis dalam memperluas pasar ekspor.

Agus menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam OECD tidak boleh hanya menjadi pencapaian diplomatik semata.
 
"Status keanggotaan tersebut harus dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global", tegasnya.

Hilirisasi industri juga harus terus menjadi prioritas guna memperkuat struktur ekspor Indonesia. Dalam hal ini, peran sektor keuangan sangat penting dalam mendukung berbagai inisiatif hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk Indonesia di pasar internasional.

OJK optimistis bahwa sektor jasa keuangan domestik mampu menjadi salah satu motor utama dalam berbagai program strategis pemerintah.
 
Optimisme ini didasarkan pada modalitas yang dimiliki oleh SJK saat ini, seperti permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, profil risiko yang terkendali, serta kinerja sektor keuangan yang terus tumbuh positif.

Meski demikian, Agus mengingatkan bahwa transformasi ekonomi bukanlah tugas yang mudah.
 
Indonesia masih menghadapi tantangan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya serta ketidakpastian global, seperti dampak kebijakan ekonomi AS, dinamika geopolitik, dan faktor eksternal lainnya.

"Untuk itu, diperlukan langkah-langkah inovatif dan strategi transformatif untuk mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru. Tanpa upaya tersebut, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah akan menjadi tantangan yang sulit untuk dicapai", tukas Agus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa