XRP Terjebak, Peluang Breakout Atau Koreksi?
Hefriday | 2 Februari 2025, 23:26 WIB

AKURAT.CO XRP, salah satu altcoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, mencapai all-time high (ATH) baru di USD3,41 pada 16 Januari 2025.
Namun, sejak saat itu, harga XRP tampaknya terjebak dalam kisaran yang sempit, dengan resistance kuat di USD3,27 dan support di USD2,94.
Pergerakan harga sideways ini menunjukkan keseimbangan antara tekanan beli dan jual. Namun, berdasarkan data on-chain, ada indikasi bahwa XRP mungkin menghadapi tekanan bearish yang bisa menyebabkan koreksi harga dalam beberapa minggu ke depan.
Lalu, apakah XRP mampu menembus resistensi dan mencetak rekor baru, atau justru akan jatuh lebih dalam? Simak analisis lengkapnya berikut ini.
XRP mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan pada November 2024, dengan kenaikan hingga 500%. Kenaikan ini dipicu oleh reli Bitcoin serta kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2024, yang memberikan sentimen bullish bagi pasar kripto.
Baca Juga: Tertekan Data Ekonomi AS, Bitcoin Melemah
Setelah mencetak ATH di USD3,41, XRP mulai mengalami fase konsolidasi. Harga bergerak dalam kisaran USD2,6 hingga USD2,0 sebelum kembali naik dan kini bertahan di kisaran USD3,10. Namun, pergerakan ini belum menunjukkan tanda-tanda dominasi dari pihak pembeli maupun penjual.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (2/2/2025), menurut analisis dari BeInCrypto, beberapa indikator on-chain menunjukkan potensi koreksi harga dalam waktu dekat.
Salah satunya adalah Market Value to Realized Value (MVRV) ratio, yang saat ini menunjukkan bahwa XRP sudah overvalued, sehingga ada kemungkinan aksi ambil untung (profit taking) yang dapat memberikan tekanan jual lebih lanjut.
Market Value to Realized Value (MVRV) adalah metrik yang digunakan untuk menentukan apakah sebuah aset kripto sedang overvalued atau undervalued.
Jika MVRV negatif, artinya nilai pasar aset lebih rendah daripada harga akuisisi holder-nya, sehingga aset tersebut dianggap undervalued. Sebaliknya, jika MVRV positif, nilai pasar lebih tinggi dibandingkan harga akuisisi holder, menandakan bahwa aset tersebut overvalued.
Saat ini, MVRV XRP menunjukkan angka yang cukup tinggi, dengan MVRV 7 hari sebesar 1,50% dan MVRV 30 hari sebesar 14,17%.
Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas holder XRP telah memperoleh keuntungan yang cukup besar. Dengan kondisi ini, banyak investor mungkin akan melakukan aksi profit taking, yang berpotensi mendorong harga XRP ke bawah.
Selain faktor MVRV, aktivitas crypto whale juga memberikan tekanan tambahan pada harga XRP.
Menurut data dari Santiment, investor besar yang memiliki antara 10 juta hingga 100 juta XRP telah mengurangi kepemilikan mereka sebesar 1% sejak XRP mencapai ATH. Dalam sebulan terakhir, kelompok whale ini telah menjual sekitar 60 juta XRP, yang bernilai lebih dari USD 180 juta.
Ketika investor whale melakukan aksi jual dalam jumlah besar, pasar sering kali mengalami tekanan karena beberapa hal seperti volume jual yang tinggi sulit diserap oleh pasar jika tidak ada cukup pembeli; sentimen bearish semakin meningkat yang menyebabkan panic selling di kalangan investor ritel serta harga cenderung turun karena tekanan jual lebih besar daripada tekanan beli.
Jika tren ini terus berlanjut, ada kemungkinan harga XRP akan mengalami koreksi lebih dalam dalam beberapa minggu ke depan. Dengan situasi yang ada saat ini, ada dua skenario yang mungkin terjadi pada pergerakan harga XRP yakni skenario bearish dan bullish.
Skenario Bearish: Koreksi ke USD2,13
Jika aksi ambil untung terus berlanjut dan tekanan jual meningkat, XRP berisiko mengalami breakout ke bawah dari kisaran sideways saat ini.
Jika harga turun di bawah support USD2,94, maka kemungkinan besar XRP akan mengalami penurunan lebih lanjut ke USD2,50.
Jika level USD2,50 tidak mampu menahan tekanan jual, harga bisa turun lebih jauh ke USD2,13, yang menjadi level support kuat berikutnya.
Dalam skenario ini, XRP akan menjauh dari ATH-nya dan masuk ke fase bearish yang lebih panjang.
Skenario Bullish: Menembus USD3,41 dan Cetak Rekor Baru
Sebaliknya, jika aksi jual melambat dan investor mulai mengakumulasi kembali XRP, ada peluang bagi altcoin ini untuk kembali menguat.
Jika harga berhasil menembus resistance di USD3,27, maka XRP bisa kembali menguji ATH di USD3,41.
Jika tekanan beli cukup kuat, XRP berpotensi mencetak rekor harga baru di atas USD3,50 atau bahkan USD4,00.
Untuk mewujudkan skenario bullish ini, XRP membutuhkan katalis positif, seperti:
- Dukungan regulasi yang lebih jelas. Jika ada perkembangan positif dalam kasus hukum antara Ripple dan SEC, maka XRP bisa mendapatkan momentum bullish baru.
- Peningkatan adopsi XRP Ledger (XRPL). Jika XRP terus berkembang dalam ekosistem DeFi, NFT, dan pembayaran lintas batas, permintaan terhadap token ini bisa meningkat
- Sentimen pasar yang positif. Jika Bitcoin dan altcoin utama lainnya mengalami reli, XRP juga bisa mengikuti tren bullish tersebut.
Saat ini, XRP berada dalam fase konsolidasi setelah mencetak ATH di USD3,41. Namun, beberapa indikator menunjukkan adanya potensi koreksi harga dalam beberapa minggu ke depan.
Jika aksi jual whale dan profit taking berlanjut, XRP bisa turun ke level USD2,50 hingga USD2,13. Jika tekanan beli meningkat dan XRP mampu menembus USD3,27, maka ada peluang untuk mencapai ATH baru di atas USD3,50.
Investor perlu memantau pergerakan harga XRP dengan cermat, terutama di sekitar level support dan resistance kunci. Dengan volatilitas yang tinggi di pasar kripto, yakni strategi manajemen risiko sangat penting untuk menghindari kerugian besar.
Apakah XRP akan menembus ATH atau mengalami koreksi lebih dalam? Pasar akan segera memberikan jawabannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










