Dalam dialog bersama insan PNM di Makassar, Sulawesi Selatan, Helvi menegaskan bahwa program pembinaan dan pendampingan yang dilakukan PNM telah memberi dampak nyata pada pengembangan dunia usaha di Indonesia.
PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku usaha, termasuk mereka yang sebelumnya tidak memiliki bakat wirausaha.
"Ini adalah investasi jangka panjang dalam menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar,” ungkap Helvi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (18/1/2025).
Dengan pembiayaan yang telah mencapai Rp2,17 triliun di Sulawesi Selatan, PNM turut membantu memperkuat perekonomian lokal hingga ke pulau-pulau kecil.
"Program ini bukan hanya menciptakan pengusaha baru, tetapi juga membina UMKM agar mampu naik kelas dan bertahan di tengah persaingan," tambahnya.
Helvi menekankan bahwa kualitas UMKM akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia mendukung penuh peran PNM dalam mengembangkan pelaku usaha dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek pendidikan bisnis hingga pengelolaan keuangan.
"Kami optimistis bahwa melalui kolaborasi ini, PNM dapat terus menjadi ujung tombak dalam menyiapkan wirausahawan lokal yang dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional," ujarnya.
Helvi juga menyampaikan rencana strategis Kementerian UMKM untuk memperluas cakupan pelatihan di berbagai daerah. “Kami bersama PNM berkomitmen menyiapkan talenta terbaik dari daerah untuk berkontribusi dalam memperkuat perekonomian nasional,” tukasnya.