Akurat

Pasar Kripto Tertekan, Ethereum dan Altcoin Kompak Melemah

Hefriday | 14 Januari 2025, 12:54 WIB
Pasar Kripto Tertekan, Ethereum dan Altcoin Kompak Melemah

AKURAT.CO Pasar cryptocurrency mengalami tekanan pada perdagangan pagi ini, Selasa (14/1/2025), menyusul rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja.

Bitcoin, meski naik tipis 0,02% ke level USD94.370,14, tetap mencatatkan penurunan mingguan sebesar 7,59%. Kondisi ini memperkuat sentimen penghindaran risiko di kalangan investor.  

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.36 WIB, Ethereum mencatat pelemahan signifikan sebesar 3,78% dalam 24 jam terakhir dan ambles hingga 14,88% dalam sepekan. Sementara itu, Binance Coin (BNB) melemah 0,66% secara harian dan terkoreksi 6,01% dalam tujuh hari terakhir.  
 
 
Altcoin lainnya, seperti Cardano, juga tak luput dari tekanan. Harga Cardano turun 1,8% dalam 24 jam terakhir dan mencatat penurunan mingguan sebesar 13,53%. Secara keseluruhan, indeks pasar aset digital, CoinDesk Market Index (CMI), turun 0,6% ke angka 3.504,56.  
 
Data dari fear & greed index menunjukkan angka 47, mengindikasikan bahwa pasar saat ini berada dalam fase netral. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar terkait perkembangan ekonomi global dan masa depan industri kripto.  
 
Penurunan pasar kripto ini dipicu oleh laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada 10 Januari 2025. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan payroll nonpertanian sebanyak 256.000 pada Desember, jauh melampaui prediksi dalam survei Bloomberg. Tingkat pengangguran turun ke level 4,1%, sementara rata-rata penghasilan per jam naik 0,3%.  
 
Angka-angka tersebut menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja AS dan memperkuat pendekatan hati-hati Federal Reserve (The Fed) terhadap kebijakan moneter.
 
Saat ini, The Fed hanya memproyeksikan dua pemotongan suku bunga untuk 2025. Data CME menunjukkan bahwa pelaku pasar obligasi tidak mengantisipasi pemotongan suku bunga hingga September.  
 
Suku bunga yang lebih tinggi menambah biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti kripto dan saham. Hal ini menyebabkan peralihan minat investor ke aset dengan imbal hasil stabil, seperti obligasi Treasury AS.  
 
Penurunan Bitcoin mencerminkan sentimen penghindaran risiko yang meningkat. Tren ini juga terlihat pada penurunan di berbagai indeks saham utama AS. Selain itu, imbal hasil obligasi Treasury AS jangka pendek dan panjang terus meningkat, menambah tekanan bagi aset-aset berisiko.  
 
Ethereum, sebagai kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, mencatat pelemahan paling signifikan di antara aset kripto utama. Penurunan ini semakin memperlihatkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap perkembangan ekonomi makro.  
 
Bagi investor, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Beberapa analis menyarankan untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi di aset kripto hingga ada kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan The Fed.
 
Sementara itu, investor jangka panjang melihat pelemahan harga ini sebagai peluang untuk melakukan akumulasi.  
 
Jika tren ini berlanjut, tekanan pada pasar kripto dapat berdampak pada likuiditas pasar serta kepercayaan investor.
 
Namun, sejarah menunjukkan bahwa pasar kripto cenderung pulih dengan cepat setelah melewati tekanan jangka pendek, terutama jika ada faktor-faktor pendorong positif seperti adopsi institusional atau inovasi teknologi baru.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa