Elon Musk dan Fenomena Melonjaknya Harga Meme Coin
Hefriday | 4 Januari 2025, 19:06 WIB

AKURAT.CO Elon Musk, CEO SpaceX dan salah satu pengusaha teknologi paling berpengaruh, kembali menarik perhatian dengan kemampuannya memengaruhi pasar kripto. Melalui postingan meme di media sosial, Musk mampu menciptakan lonjakan harga pada aset digital tertentu.
Salah satu kejadian terbaru melibatkan CumRocket (CUMMIES), token meme yang melonjak tajam usai Musk memposting meme di platform X (sebelumnya Twitter).
Pada hari Jumat (3/1/2025), CumRocket mengalami kenaikan harga hingga 68%, melampaui USD0,007 setelah Musk membagikan meme Pepe the Frog yang menyentuh topik pajak dalam aktivitas blockchain. Dalam waktu kurang dari satu jam, harga token ini melonjak hingga 429%, dari USD0,004 menjadi USD0,022.
Baca Juga: Outlook Pasar Kripto 2025: Menanti Inovasi Sejenis Bitcoin Berbasis AI dan Tokenisasi RWA
Meskipun kenaikan ini bersifat sementara, CumRocket tetap mencatatkan harga yang lebih tinggi dibandingkan sebelum postingan Musk.
Musk telah lama dikenal sebagai figur kunci dalam pasar kripto, terutama dengan dukungannya terhadap Dogecoin, yang disebutnya sebagai "mata uang kripto favorit". Kemampuannya memicu perubahan harga dalam pasar yang sering kali dipengaruhi oleh spekulasi membuatnya menjadi tokoh sentral dalam dunia meme coin.
Dalam beberapa tahun terakhir, postingannya di media sosial telah berulang kali menciptakan gelombang di pasar aset digital. CumRocket diluncurkan pada 2021 di BNB Chain oleh seorang software engineer Inggris bernama Lydia. Token ini sempat menarik perhatian karena didukung oleh beberapa aktris dewasa terkenal seperti Lacey London dan Lauren Phillips.
Pada 2023, muncul dugaan bahwa Sam Bankman-Fried, pendiri FTX yang kini tersandung skandal, pernah membeli CumRocket. Data blockchain menunjukkan bahwa Bankman-Fried membeli 950.000 CUMMIES senilai USD173.000, tetapi ketika token tersebut dijual setahun kemudian, nilainya hanya mencapai USD2.200.
Meme Pepe the Frog, yang pertama kali diciptakan oleh Matt Furie pada 2005, menjadi pemicu utama lonjakan harga beberapa token meme. Salah satu token yang terinspirasi dari Pepe adalah PEPE, yang kini menjadi meme coin terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar setelah Dogecoin dan Shiba Inu.
Baru-baru ini, Musk menggunakan gambar Pepe dalam profil X-nya, yang langsung memengaruhi harga token Kekius Maximus (KEKIUS).
Meskipun Musk sering kali menciptakan lonjakan harga dalam pasar kripto, ia juga menjadi subjek kontroversi. Pada 2022, seorang hakim federal di Manhattan menyebut pernyataan Musk tentang Dogecoin sebagai "aspirasi dan omong kosong" dalam gugatan class-action yang diajukan oleh investor Dogecoin.
Meskipun gugatan ini dibatalkan pada November, kasus tersebut menyoroti tanggung jawab Musk atas dampak postingannya di pasar kripto.
Pasar meme coin, termasuk token seperti CumRocket, PEPE, dan Dogecoin, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh komunitas online dan media sosial terhadap nilai aset digital. Dalam kasus CumRocket, meskipun kenaikan harga bersifat sementara, popularitas token ini tetap menunjukkan potensi besar dalam pasar yang terus berkembang.
Sejak membeli platform X dan berinvestasi dalam sejumlah perusahaan, Musk semakin menunjukkan pengaruhnya dalam pasar kripto. Para penggemar meme coin terus memantau setiap postingan dan langkahnya, berharap dapat memanfaatkan lonjakan harga yang sering kali dipicu olehnya.
Meskipun meme coin seperti CumRocket menawarkan peluang investasi, volatilitas yang tinggi tetap menjadi risiko utama. Lonjakan harga yang drastis sering kali diikuti oleh penurunan tajam, seperti yang dialami CumRocket pada 2021, ketika harganya melonjak hingga USD0,21 sebelum turun ke USD0,07 dalam tiga hari.
Dengan pengaruh figur seperti Musk, pasar meme coin kemungkinan akan terus menarik perhatian. Namun, penting bagi investor untuk memahami risiko dan tidak semata-mata bergantung pada spekulasi atau tren yang dipicu oleh media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










