Akurat

Mengenal Mekanisme Konsensus, Pilar Utama Kripto dan Blockchain

Hefriday | 26 Desember 2024, 17:21 WIB
Mengenal Mekanisme Konsensus, Pilar Utama Kripto dan Blockchain

AKURAT.CO Dalam dunia cryptocurrency dan blockchain, mekanisme konsensus adalah fondasi penting yang memastikan transaksi dapat diproses secara aman dan terdesentralisasi. Mekanisme ini merupakan metode yang digunakan untuk mencapai kesepakatan di antara peserta jaringan mengenai validitas data tanpa perlu otoritas pusat.

Apa Itu Mekanisme Konsensus? Dikutip dari beberapa sumber, Kamis (26/12/2024), mekanisme konsensus adalah proses yang digunakan dalam jaringan blockchain untuk memastikan bahwa semua peserta memiliki versi data yang sama dan valid. Mekanisme ini sangat penting untuk mencegah masalah seperti double spending, dimana seseorang mencoba menggunakan mata uang digital yang sama lebih dari sekali.

Blockchain yang terkenal, seperti Bitcoin dan Ethereum, menggunakan mekanisme konsensus untuk memverifikasi transaksi dan menambahkan blok baru ke rantai. Proses ini tidak hanya menjamin keamanan, tetapi juga memastikan jaringan tetap berjalan meskipun ada node yang bermasalah atau bertindak tidak jujur.

Baca Juga: CEO Indodax: Blockchain Bakal Jadi Teknologi Penopang Pertumbuhan Ekonom RI

Jenis-jenis Mekanisme Konsensus

1. Proof of Work (PoW)

Digunakan oleh Bitcoin, mekanisme ini mengharuskan peserta jaringan (penambang) untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks. Proses ini membutuhkan daya komputasi tinggi, tetapi sangat efektif dalam menjaga keamanan jaringan.

2. Proof of Stake (PoS)

Pada mekanisme ini, validasi transaksi dilakukan oleh peserta yang memegang sejumlah besar mata uang dalam jaringan. Ethereum, misalnya, mulai beralih ke PoS untuk mengurangi konsumsi energi yang tinggi pada PoW.

3. Delegated Proof of Stake (DPoS)

Mekanisme ini melibatkan pemilihan delegasi oleh peserta jaringan untuk memvalidasi transaksi. DPoS dikenal lebih efisien dan cepat dibandingkan dengan PoW dan PoS.

4. Practical Byzantine Fault Tolerance (PBFT)

Digunakan oleh blockchain yang membutuhkan kecepatan tinggi, PBFT dirancang untuk memastikan konsensus meskipun ada sejumlah node yang bermasalah.

Fungsi Utama Mekanisme Konsensus

1. Keamanan Jaringan

Mencegah serangan dan aktivitas jahat dengan memastikan bahwa hanya transaksi yang valid yang dapat ditambahkan ke blockchain.

2. Desentralisasi

Menghilangkan kebutuhan akan otoritas pusat, sehingga jaringan dapat berjalan secara mandiri.

3. Transparansi

Memberikan akses kepada semua peserta jaringan untuk memverifikasi transaksi yang telah dilakukan.

Selain mekanisme konsensus, blockchain juga dilengkapi dengan program penyangga aktivitas. Program ini berfungsi untuk mengoptimalkan performa jaringan, termasuk memastikan bahwa transaksi diproses secara efisien dan cepat.

Beberapa teknologi yang digunakan sebagai penyangga aktivitas meliputi

  • Layer 2 Solutions. Teknologi seperti Lightning Network dirancang untuk mempercepat transaksi dengan memindahkannya dari blockchain utama.
  • Sharding Metode. Pembagian data ini membantu meningkatkan kapasitas jaringan dengan mendistribusikan beban kerja di antara beberapa node.
  • Sidechains Sidechains. Blockchain tambahan yang berjalan paralel dengan blockchain utama untuk menangani tugas tertentu, seperti kontrak pintar atau tokenisasi aset.

Tanpa mekanisme konsensus, blockchain tidak dapat berfungsi dengan baik. Mekanisme ini tidak hanya memastikan integritas data, tetapi juga memungkinkan inovasi baru dalam aplikasi blockchain, seperti DeFi (Decentralized Finance) dan NFT (Non-Fungible Tokens).

Mekanisme konsensus dan program penyangga aktivitas merupakan dua elemen kunci dalam dunia cryptocurrency dan blockchain. Keduanya bekerja sama untuk menciptakan jaringan yang aman, efisien, dan dapat diandalkan. Dengan memahami cara kerja mekanisme ini, kita dapat lebih menghargai teknologi revolusioner yang menjadi dasar sistem keuangan digital masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa