Akurat

Danai Proyek Angkutan Batu Bara di Sumsel, KAI Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2 Triliun

Yosi Winosa | 21 November 2024, 17:42 WIB
Danai Proyek Angkutan Batu Bara di Sumsel, KAI Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2 Triliun

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2024 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2024 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini menandai komitmen KAI dalam diversifikasi pendanaan untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan layanan transportasi di Indonesia.  

Obligasi Berkelanjutan II Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2024 terdiri dari tiga seri dengan karakteristik berbeda. Seri A memiliki nilai nominal sebesar Rp437,8 miliar dengan tingkat bunga sebesar 6,70% per tahun dan jangka waktu 3 tahun.

Baca Juga: Perluas Ekosistem Digital di Sektor Transportasi, Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan KAI Group

Seri B memiliki nilai nominal Rp448,36 miliar dengan tingkat bunga 7,00% per tahun serta jangka waktu 5 tahun. Sementara itu, Seri C memiliki nilai nominal Rp613,84 miliar, tingkat bunga 7,10% per tahun, dan jangka waktu 7 tahun.  

Selain obligasi, PT Kereta Api Indonesia juga mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II dengan tiga seri. Seri A memiliki nilai nominal Rp116,54 miliar dan nilai bagi hasil Rp7,81 miliar dengan jangka waktu 3 tahun.

Seri B memiliki nilai nominal Rp83,135 miliar dengan nilai bagi hasil Rp5,82 miliar serta jangka waktu 5 tahun. Adapun Seri C memiliki nilai nominal Rp300,325 miliar, nilai bagi hasil Rp21,32 miliar, dan jangka waktu 7 tahun.  

Menurut manajemen KAI, pendanaan melalui obligasi dan sukuk ini merupakan langkah strategis KAI untuk memperkuat infrastruktur perkeretaapian, lebih spesifiknya proyek pengembangan angkutan batu bara di Sumatera Bagian Selatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, KAI terus memperluas jaringan rel dan meningkatkan layanan bagi masyarakat, sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan konektivitas nasional. 

Obligasi dan sukuk ini memperoleh peringkat idA (Triple A) dan idA Syariah (Triple A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap kemampuan KAI dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Sebagai wali amanat, PT Bank Mega Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk dipercaya untuk mengawasi pelaksanaan kewajiban emiten.  

Pencatatan obligasi dan sukuk ini menambah total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat di BEI sepanjang 2024 menjadi 124 emisi dari 65 emiten, dengan total nilai mencapai Rp115,74 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tingginya aktivitas pasar modal Indonesia dalam menyediakan sumber pendanaan bagi berbagai sektor.  

Secara keseluruhan, BEI kini mencatatkan 592 emisi obligasi dan sukuk dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp469,02 triliun dan USD86,02 juta. Selain itu, terdapat 191 seri Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai nominal Rp6.035,71 triliun dan USD502,1 juta, serta 8 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp2,7 triliun.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa