Akurat

Kredit Perbankan Oktober 2024 Tumbuh 10,92 Persen

Hefriday | 20 November 2024, 17:16 WIB
Kredit Perbankan Oktober 2024 Tumbuh 10,92 Persen

AKURAT.CO Penyaluran kredit perbankan di Indonesia pada Oktober 2024 tercatat tumbuh 10,92% secara tahunan (yoy).

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan mulai membaiknya aktivitas ekonomi nasional. 

Gubernur BI, Perry Warjiyo merinci, salah satu sektor yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kredit adalah UMKM.

Dengan dukungan pemerintah dan BI, penyaluran kredit ke UMKM terus meningkat melalui berbagai program, seperti subsidi bunga dan penjaminan kredit. Hal ini tidak hanya membantu sektor UMKM bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga memperkuat kontribusi mereka terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sementara kredit konsumtif juga mencatat pertumbuhan yang solid, didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga. Konsumen kelas menengah ke atas menunjukkan optimisme yang lebih besar terhadap prospek ekonomi, tercermin dari peningkatan pembelian barang tahan lama seperti kendaraan dan properti. 

Baca Juga: Kredit Perbankan Mei 2024 Tumbuh 12,15 Persen

Hal ini turut mendorong pertumbuhan kredit pada sektor terkait, termasuk pembiayaan properti yang mencatatkan pertumbuhan dua digit. Pertumbuhan kredit properti menjadi salah satu pilar utama dalam peningkatan ini.
 
"Dengan suku bunga yang relatif stabil dan berbagai insentif pemerintah seperti pembebasan pajak properti, sektor ini terus menunjukkan pemulihan yang solid. Pengembang juga semakin aktif meluncurkan proyek baru, yang kemudian mendorong permintaan kredit perbankan," ujarnya di sela konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Adapun kredit modal kerja menjadi segmen lain yang mencatatkan pertumbuhan tinggi. Peningkatan aktivitas investasi, baik oleh perusahaan domestik maupun asing, meningkatkan kebutuhan akan pembiayaan jangka pendek. 
 
Proyek Strategis Nasional (PSN) juga memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan kredit modal kerja, terutama di sektor infrastruktur dan manufaktur.
 
Diakuinya, kebijakan makroprudensial longgar yang diterapkan BI menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit. Kebijakan ini memberikan ruang bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan lebih luas, terutama ke sektor-sektor strategis seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi hijau. 
 
Selain itu, pelonggaran kebijakan kredit ini bertujuan mendorong penciptaan lapangan kerja dan mendukung sektor-sektor dengan dampak multiplier yang besar terhadap ekonomi.

Perkembangan teknologi di sektor perbankan, khususnya digitalisasi layanan juga berperan dalam mempercepat penyaluran kredit. Platform digital perbankan memungkinkan proses aplikasi dan persetujuan kredit dilakukan lebih cepat dan efisien.
 
"Hal ini juga memperluas akses masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini kurang terlayani, terhadap produk-produk kredit," imbuh Perry.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa