Tak Ingin Seumur Hidup Terjebak dalam Middle Income Trap? Hindari 10 Hal Ini
Demi Ermansyah | 28 Oktober 2024, 16:47 WIB

AKURAT.CO Memahami dinamika ekonomi dalam kehidupan sehari-hari semakin penting untuk mengetahui posisi dan peluang kita dalam kelas sosial.
Bagi sebagian orang, kelas menengah menjadi zona nyaman yang sulit ditinggalkan, meski ada hasrat untuk naik kelas.
Lalu, apa saja tanda-tanda yang menunjukkan seseorang terjebak dalam kelas menengah dan sulit beranjak naik? Berikut 10 indikasi yang patut dipertimbangkan, dilansir dari berbagai sumber, Senin (28/10/2024).
1. Terlalu Fokus pada Konsumsi daripada Investasi
1. Terlalu Fokus pada Konsumsi daripada Investasi
Orang-orang kelas menengah cenderung lebih fokus pada konsumsi ketimbang investasi. Ini terlihat dari pengeluaran untuk gaya hidup, seperti gawai terbaru, pakaian, hingga liburan, dibandingkan alokasi dana untuk investasi yang dapat menambah aset.
Baca Juga: Coba 10 Tips Ini Biar Keluar dari Middle Income Trap
2. Bergantung pada Penghasilan Utama
2. Bergantung pada Penghasilan Utama
Jika seseorang hanya mengandalkan satu sumber penghasilan tanpa berupaya mencari penghasilan tambahan, ia berisiko berada di kelas menengah dalam jangka panjang. Diversifikasi penghasilan adalah kunci untuk menaikkan taraf ekonomi.
3. Tidak Ada Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
3. Tidak Ada Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Ketiadaan rencana keuangan untuk 5 hingga 10 tahun ke depan merupakan tanda lain. Tanpa perencanaan ini, sulit bagi seseorang untuk menabung, berinvestasi, atau mengantisipasi risiko ekonomi yang mungkin terjadi.
4. Gaya Hidup Sesuai Pendapatan, Bukan Kebutuhan
4. Gaya Hidup Sesuai Pendapatan, Bukan Kebutuhan
Banyak orang yang membelanjakan uang sesuai pendapatan dan bukan berdasarkan kebutuhan riil. Ketika pendapatan meningkat, gaya hidup pun meningkat seiring waktu. Hal ini disebut lifestyle inflation dan menjadi salah satu alasan utama terjebaknya seseorang di kelas menengah.
5. Prioritas pada Status Sosial Ketimbang Nilai Investasi
5. Prioritas pada Status Sosial Ketimbang Nilai Investasi
Mempertahankan status sosial di mata lingkungan dapat menyebabkan seseorang memilih barang-barang konsumtif dibandingkan investasi yang produktif. Keputusan ini seringkali menghambat kemampuan untuk menambah aset.
6. Pengeluaran yang Besar pada Kredit Konsumsi
6. Pengeluaran yang Besar pada Kredit Konsumsi
Pinjaman untuk kebutuhan konsumsi, seperti kendaraan atau barang elektronik, dapat menjadi beban jangka panjang. Semakin besar pengeluaran yang dialokasikan untuk cicilan konsumtif, semakin sulit pula untuk menabung atau berinvestasi.
7. Tidak Memiliki Pendidikan Finansial yang Memadai
7. Tidak Memiliki Pendidikan Finansial yang Memadai
Minimnya pengetahuan tentang manajemen keuangan menjadi penghambat bagi mereka yang ingin keluar dari kelas menengah. Pengetahuan finansial dasar seperti cara investasi, pengelolaan utang, dan alokasi dana, sangat penting untuk bisa naik kelas.
8. Mengabaikan Pentingnya Proteksi Asuransi
8. Mengabaikan Pentingnya Proteksi Asuransi
Banyak orang menunda memiliki asuransi dengan alasan pengeluaran tambahan. Padahal, asuransi adalah proteksi yang bisa menjaga stabilitas keuangan keluarga jika terjadi kondisi darurat.
9. Hanya Mengandalkan Tabungan tanpa Investasi
9. Hanya Mengandalkan Tabungan tanpa Investasi
Menyimpan uang di tabungan memang penting, namun nilai uang akan tergerus inflasi jika tidak diinvestasikan. Hanya menabung tanpa memutar uang dalam investasi akan membuat kondisi finansial stagnan.
10. Tidak Ada Keinginan untuk Mengembangkan Diri
10. Tidak Ada Keinginan untuk Mengembangkan Diri
Kecenderungan untuk tidak mengikuti perkembangan keterampilan baru atau mempelajari hal-hal baru dapat membuat seseorang tertinggal dalam dunia kerja. Padahal, kemampuan tambahan bisa membuka peluang untuk karier yang lebih baik dan meningkatkan penghasilan.
Mengenali tanda-tanda tersebut bisa membantu seseorang mengevaluasi pola keuangan dan gaya hidup yang mereka jalani. Terjebak dalam kelas menengah tanpa perubahan dapat mengurangi kesempatan untuk mencapai kestabilan keuangan jangka panjang dan meningkatkan kesejahteraan.
Dengan mengenali faktor-faktor ini, setiap orang bisa mulai memperbaiki kebiasaan finansial mereka dan membuka peluang untuk meraih kelas ekonomi yang lebih tinggi.
Mengenali tanda-tanda tersebut bisa membantu seseorang mengevaluasi pola keuangan dan gaya hidup yang mereka jalani. Terjebak dalam kelas menengah tanpa perubahan dapat mengurangi kesempatan untuk mencapai kestabilan keuangan jangka panjang dan meningkatkan kesejahteraan.
Dengan mengenali faktor-faktor ini, setiap orang bisa mulai memperbaiki kebiasaan finansial mereka dan membuka peluang untuk meraih kelas ekonomi yang lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










