Pidato Perdana Prabowo Bawa Angin Segar ke Pasar

AKURAT.CO Pidato pertama Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menyentuh isu-isu ekonomi, tetapi juga membawa angin segar bagi pasar keuangan. Pernyataan Prabowo yang menekankan kemandirian energi dan pengurangan impor minyak dinilai sebagai sinyal positif bagi pelaku pasar.
Mengutip berbagai sumber, Senin (21/10/2024), para analis memprediksi bahwa langkah-langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Pidato tersebut diharapkan akan berdampak langsung pada penguatan nilai tukar rupiah. Beberapa ahli memproyeksikan bahwa rupiah bisa kembali menguat hingga mencapai Rp15.000 per USD pada akhir Oktober, didorong oleh optimisme terhadap kebijakan pemerintah yang proaktif dalam menangani tantangan energi dan ekonomi.
Baca Juga: Langsung Umumkan Kabinet Usai Pelantikan, Prabowo Tak Main-main Jalankan Kewajiban
Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diperkirakan akan mengalami penguatan, dengan potensi mencapai level 8.000 dalam waktu dekat. Pasar saham Indonesia menunjukkan respons positif terhadap komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi melalui diversifikasi energi dan eksplorasi sumber daya alam.
Dengan fokus pada stabilitas dan pertumbuhan yang diungkapkan dalam pidato Prabowo, pasar diperkirakan akan terus membaik dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini membuka peluang bagi investasi yang lebih besar, sekaligus menciptakan kondisi ekonomi yang lebih stabil di tengah ketidakpastian global.
Adapun hingga pukul 14.00 WIB, rupiah terpantau melemah 14 poin atau 0,09% ke Rp15.495, berdasarkan data USD-IDR X-Rate Bloomberg. Sementara IHSG terpantau menguat 9,49 poin atau 0,12% ke 7.769,55, berdasarkan data Google Finance.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









