Akurat

Pembentukan Badan Penerimaan Negara Diprediksi Dongkrak Ekonomi

Arief Rachman | 19 Oktober 2024, 22:05 WIB
Pembentukan Badan Penerimaan Negara Diprediksi Dongkrak Ekonomi

AKURAT.CO Berbagai pihak menaruh harapan besar pada janji politik Presiden terpilih Prabowo Subianto terkait rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN).

Meskipun rencana ini belum terealisasi, jika terlaksana, pemisahan Ditjen Pajak dan Bea Cukai dari Kementerian Keuangan diharapkan mampu meningkatkan dan mengelola penerimaan negara secara optimal.

Analis Sosial Ekonomi dan Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), Sumantri Suwarno, menyambut positif rencana tersebut.

Ia menilai, konsep dan visi yang dimiliki oleh Prabowo sebagai langkah yang optimis dan tepat untuk pengelolaan penerimaan negara di masa depan.

Baca Juga: Siap Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran, Wakil PM Selandia Baru hingga Wapres China Tiba di Indonesia

“Sangat bagus sekali ya rencana pembentukan BPN ini. Saya optimis dengan konsep, visi, dan strategi yang dimiliki oleh Pak Prabowo. Namun, tantangan utamanya ada di implementasi kebijakan tersebut,” ungkap Sumantri kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2024).

Pria yang akrab disapa Mantris ini menambahkan, jika pembentukan BPN terwujud, maka akan terjadi integrasi yang lebih baik serta penguatan kapasitas lembaga tersebut.

Hal ini akan membawa dampak positif dalam efisiensi pengelolaan penerimaan negara.

“Dalam jangka menengah hingga panjang, kita akan melihat efisiensi dalam pengelolaan penerimaan negara. Prosesnya akan menjadi lebih mudah dan lebih efektif,” jelasnya.

Baca Juga: Cerita Gregoria Mariska Menahan Sakit Meski Akhirnya Harus Menyerah di Semifinal Denmark Open 2024

Sumantri juga menekankan, BPN akan membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menyetorkan pendapatan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan negara.

Selain itu, BPN diharapkan mampu mengonsolidasikan semua sumber pendapatan negara, baik dari pajak maupun non-pajak seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Dengan adanya BPN, semua sumber pendapatan negara, baik dari pajak maupun non-pajak, akan dikumpulkan oleh lembaga ini. Hal ini akan memberikan struktur yang lebih jelas dalam pengelolaan pendapatan negara,” tambahnya.

Sebagai informasi, Badan Penerimaan Negara merupakan salah satu program prioritas yang diusung oleh pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Segera Purnatugas, Jokowi Hampir Hard Landing Tapi Diselamatkan Prabowo

Tujuan dari pembentukan badan ini adalah untuk memusatkan pendapatan negara dari sektor pajak, non-pajak, dan bea cukai dalam satu pintu, sehingga diharapkan mampu meningkatkan rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dari sekitar 10 persen menjadi 23 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.