Tembus Rp1 Miliar, Bitcoin di Ambang Volatilitas Jelang Pilpres AS
Yosi Winosa | 16 Oktober 2024, 12:56 WIB

AKURAT.CO Harga Bitcoin berhasil menembus Rp1 miliar di tengah rangkaian sentimen global yang mempengaruhi pasar keuangan, di mana harga Bitcoin tercatat mencapai USD64.401 atau sekitar Rp1,03 miliar, setelah mengalami kenaikan 2,85% dalam 24 jam terakhir.
Usut punya usut, katalis utama di balik kenaikan harga ini adalah pengumuman stimulus ekonomi dari pemerintah China, yang diprediksi akan mendongkrak perekonomian domestik mereka serta pasar keuangan global, termasuk aset berisiko seperti kripto.
Namun, di tengah momentum bullish ini, para analis memperingatkan bahwa volatilitas pasar kripto kemungkinan akan meningkat menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat pada November 2024.
Merespon hal tersebut, CEO dari Hashnote, Leo Mizuhara menyatakan bahwa banyak investor yang mengantisipasi sentimen positif jika Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden. Trump dianggap lebih ramah terhadap dunia kripto.
Terutama karena pandangannya yang pro-kebijakan deregulasi, yang diprediksi dapat memberikan dorongan signifikan bagi Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan. Sebaliknya, Kamala Harris, yang juga mencalonkan diri, dipandang sebagai sosok yang lebih berhati-hati dalam pendekatan regulasi terhadap kripto.
Meskipun demikian, beberapa analis berharap bahwa Harris, yang dikenal memiliki latar belakang teknologi, mungkin akan lebih terbuka terhadap inovasi teknologi termasuk blockchain dan kripto. Selain itu, pasar opsi juga mencerminkan ekspektasi volatilitas yang lebih tinggi di tengah ketidakpastian politik.
Menurut Presiden Arbelos Markets, Shiliang Tang menjelaskan bahwa para trader di pasar opsi mulai bertaruh pada potensi pergerakan besar menjelang pemilu, yang bertepatan dengan sejumlah dinamika makro ekonomi global.
Tang juga mencatat bahwa pasar kripto saat ini tertekan oleh kelebihan pasokan, yang menyebabkan volatilitas tetap terkendali. Namun, ia memperkirakan bahwa setelah pemilu, jika ada perubahan kebijakan signifikan, pasar kripto dapat mengalami lonjakan volatilitas yang lebih tinggi.
Selain faktor pemilu, peluncuran produk keuangan baru, seperti Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin yang diinisiasi oleh BlackRock, juga akan menjadi faktor penting dalam mempengaruhi volatilitas Bitcoin di masa depan.
Senada dengan Tang, Spencer Hallarn selaku kepala perdagangan global di GSR berpendapat bahwa semakin banyaknya produk keuangan yang terkait dengan Bitcoin, termasuk ETF, akan membawa pengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin.
Peluncuran ETF akan memberikan lebih banyak akses kepada investor institusional untuk terlibat dalam pasar kripto, yang dapat meningkatkan likuiditas sekaligus mempengaruhi volatilitas pasar.
Namun, Hallarn menambahkan bahwa seiring dengan semakin dewasanya Bitcoin sebagai sebuah aset, volatilitasnya diprediksi akan menurun secara bertahap. Menurutnya, Bitcoin, yang sebelumnya dikenal karena fluktuasinya yang tajam, akan mulai lebih stabil seiring adopsi global yang meningkat dan regulasi yang lebih jelas.
Namun, Hallarn menambahkan bahwa seiring dengan semakin dewasanya Bitcoin sebagai sebuah aset, volatilitasnya diprediksi akan menurun secara bertahap. Menurutnya, Bitcoin, yang sebelumnya dikenal karena fluktuasinya yang tajam, akan mulai lebih stabil seiring adopsi global yang meningkat dan regulasi yang lebih jelas.
Hal ini menjadikan Bitcoin sebagai instrumen investasi yang lebih menarik bagi para investor institusional yang mencari alternatif diversifikasi di luar aset tradisional.
Dengan kombinasi faktor-faktor ini, investor pasar kripto kini harus bersiap menghadapi potensi volatilitas yang signifikan dalam beberapa bulan ke depan. Pemilu AS, kebijakan moneter global, serta perkembangan regulasi dan produk keuangan baru akan menjadi elemen-elemen kunci yang akan mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Dengan kombinasi faktor-faktor ini, investor pasar kripto kini harus bersiap menghadapi potensi volatilitas yang signifikan dalam beberapa bulan ke depan. Pemilu AS, kebijakan moneter global, serta perkembangan regulasi dan produk keuangan baru akan menjadi elemen-elemen kunci yang akan mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









