Survei OJK: Meski Melambat, KKB Tetap Tumbuh di 2024

adira finance
AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan berdasarkan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK kuartal III-2024, Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKB) diproyeksikan tumbuh hingga akhir 2024.
“Survei menunjukkan Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor sampai dengan akhir 2024 diproyeksikan masih akan tumbuh, meskipun lambat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa di Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Aman menuturkan proyeksi tersebut didorong oleh keyakinan bahwa permintaan KKB akan meningkat di kuartal IV-2024 seiring dengan banyaknya promo dan diskon akhir tahun yang nominalnya cukup besar. Selain itu, adanya insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah juga diharapkan dapat ikut mendorong peningkatan permintaan kredit kendaraan bermotor.
Baca Juga: Realisasi Kredit Kendaraan Bermotor Sepanjang 2021 Capai Rp97,45 Triliun
Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) kuartal III-2024 yang melibatkan 93 bank responden juga menunjukkan optimisme perbankan bahwa kinerja perbankan akan semakin baik pada kuartal III-2024.
Optimisme itu didorong oleh ekspektasi akan membaiknya kondisi makroekonomi, berlanjutnya peningkatan fungsi intermediasi perbankan dibarengi dengan kemampuan perbankan dalam mengelola risiko yang dihadapi meskipun dengan kondisi makro ekonomi global yang kurang kondusif.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi kendaraan bermotor hingga periode Mei 2024 mencapai sebesar Rp9,39 triliun atau naik sebesar 5,36% year-on-year (YoY), meskipun penjualan kendaraan domestik turun 13,29% di periode yang sama.
“Secara umum, premi kendaraan bermotor tidak hanya bersumber dari asuransi atas kendaraan baru, namun juga asuransi atas kepemilikan kendaraan yang sudah berjalan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, di Jakarta, Kamis (11/7).
Ogi menyampaikan, OJK mendorong perusahaan asuransi untuk berinovasi dan mendiversifikasi penawaran produk mereka guna mengurangi ketergantungan pada asuransi kendaraan bermotor. “Ini dapat mencakup promosi asuransi berbasis penggunaan, telematika, atau jenis produk asuransi lain yang memenuhi kebutuhan dan perilaku konsumen yang berubah,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






