OJK Genjot Literasi Keuangan bagi Ibu-ibu di Daerah 3T

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menekankan peran sektor jasa keuangan dalam memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki keterbatasan waktu karena harus merawat anak.
Dalam kesempatan tersebut, Frederica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, menjelaskan bagaimana dukungan ini memungkinkan ibu-ibu untuk bekerja dengan jam yang dapat disesuaikan, sehingga mereka tidak perlu khawatir tentang keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga.
"Ketika sektor jasa keuangan mendukung, ibu-ibu bisa bekerja dengan jadwal yang fleksibel, tanpa harus meninggalkan rumah dan anak-anak mereka," katanya dalam acara Media Gathering di Hotal Niagara Parapatan, Medan pada Jumat malam (9/8/2024).
Baca Juga: KemenkopUKM dan OJK Tindak Tegas Koperasi Tak Berizin
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran sektor jasa keuangan dalam menciptakan peluang yang inklusif bagi semua anggota masyarakat. Serta, Frederica juga menggarisbawahi komitmen OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan yang adil dan merata di seluruh Indonesia.
"Kami berkomitmen untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dari program-program kami, termasuk masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar)," ujarnya.
Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang lokasi atau status sosial, memiliki akses yang setara ke layanan keuangan.
Selain itu, OJK meluncurkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Gerakan ini fokus pada edukasi yang mendalam tentang pengelolaan keuangan serta perlindungan konsumen dari berbagai risiko finansial.
"Gerakan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan dan melindungi mereka dari penipuan," kata Frederica.
Program ini akan menyasar 10 segmen prioritas, termasuk perempuan, anak-anak, pelajar, dan penyandang disabilitas. Selain itu, ia juga mengungkapkan perlunya dukungan yang lebih besar dari semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut.
"Kami ingin memastikan bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan tidak hanya untuk kelompok tertentu tetapi untuk seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi antara OJK, pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat sangat penting untuk kesuksesan program ini," tambahnya.
Dalam kerangka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, OJK berencana untuk melakukan kampanye yang menyasar berbagai segmen masyarakat dan meningkatkan pemahaman mereka tentang produk dan layanan keuangan. Serta, ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memajukan literasi dan inklusi keuangan.
"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program ini agar tujuan kita untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas secara finansial dapat terwujud," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










