Akurat

5 Peran Digitalisasi bagi Perekonomian RI

Silvia Nur Fajri | 26 Juli 2024, 21:50 WIB
5 Peran Digitalisasi bagi Perekonomian RI

AKURAT.CO PT Bank Seabank Indonesia menyoroti peran krusial digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak bank yang mengadopsi teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurut Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia, Junedy Lim, digitalisasi berkontribusi dalam lima aspek utama perbankan yakni meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses layanan keuangan, mendorong inovasi produk, mempermudah integrasi antar sektor, dan memungkinkan analisis data yang lebih baik.

Menurutnya, Sea Bank akan terus berinvestasi dalam teknologi untuk memperkuat posisinya dan mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia. "Dalam empat tahun terakhir, banyak bank yang telah melakukan transformasi digital dengan harapan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, terutama ekonomi digital di Indonesia," kata Junedy dalam virtual seminar ‘Virtual Seminar LPPI #100 POJK 5/2024: Mengukuhkan Fondasi Perbankan di Tengah Volatilitas Global’, pada Jumat (26/7/2024).

Baca Juga: Permudah Perizinan Konser Musik di Makassar, Kemenparekraf Digitalisasi Layanan

Digitalisasi juga memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertama, digitalisasi berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan. Liu mengungkapkan, Dengan digitalisasi, kami berharap dapat meningkatkan inklusi keuangan, yang sebelumnya mungkin hanya bisa dicapai melalui cabang fisik.

"Digitalisasi memungkinkan layanan perbankan dijangkau oleh lebih banyak orang, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil," ucapnya.

Kedua, digitalisasi meningkatkan produktivitas di sektor keuangan. Teknologi digital memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dan mengakses layanan tanpa harus mengunjungi cabang fisik, meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. "Layanan perbankan kini dapat diakses di mana saja dan kapan saja, yang memudahkan nasabah untuk menikmati layanan perbankan digital," tambah Liu.

Ketiga, digitalisasi berkontribusi pada efisiensi operasional. "Dengan mengurangi biaya overhead yang biasanya terkait dengan bank konvensional, kami dapat menawarkan layanan dengan biaya yang lebih rendah," jelas junedy.

Hal ini mengarah pada peningkatan efisiensi operasional di sektor perbankan secara keseluruhan, memungkinkan bank untuk mengelola biaya dengan lebih baik dan menawarkan produk yang lebih kompetitif.

Meski demikian, Liu juga menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam konteks digitalisasi. "Kami harus waspada terhadap risiko seperti dampak guncangan keuangan, penurunan nilai aset, dan penurunan pendapatan," ujarnya.

Junedy Liu menjelaskan bahwa strategi mitigasi risiko yang kuat diperlukan untuk menjaga kepercayaan nasabah dan memastikan keberlanjutan operasional bank digital. "Kami perlu memastikan bahwa kami dapat memitigasi risiko dengan teknologi canggih dan pemantauan yang berkelanjutan," tegasnya.

Dalam hal teknologi, Liu menjelaskan bagaimana Bank Indonesia memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kejahatan dan potensi risiko. "Penggunaan teknologi seperti AI dapat membantu kami dalam mendeteksi modifikasi virtual dan pencurian data," katanya.

Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan analisis data secara real-time untuk mencegah tindakan kriminal dan menjaga keamanan informasi. Junedy Liu juga memberikan ringkasan mengenai tantangan dan peluang bagi bank digital. "Bank digital menghadapi tantangan utama seperti risiko pembiayaan dan likuiditas, yang perlu diantisipasi dengan inovasi produk dan teknologi," ujarnya.

Ia menekankan bahwa bank digital perlu mengadaptasi strategi yang fleksibel untuk menangani risiko dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan layanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.