Akurat

Industri Reasuransi Kesulitan Integrasikan Data

Demi Ermansyah | 16 Juli 2024, 18:34 WIB
Industri Reasuransi Kesulitan Integrasikan Data

AKURAT.CO PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menilai bahwa industri reasuransi masih menghadapi tantangan dari berbagai aspek, termasuk permodalan dan integrasi data. 

Menurut Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, meskipun peningkatan modal adalah langkah penting, hal ini juga harus diiringi dengan kapabilitas yang memadai, seperti keterampilan dan pengetahuan yang tepat dalam mitigasi risiko.
 
"Soal kapabilitasnya, mereka harus tahu caranya dan memahami bagaimana mitigasi risikonya. Apakah sudah selesai?" ungkap Benny dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, (16/7/2024).
 
 
Selain permodalan, Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menambahkan bahwa industri reasuransi di Indonesia masih tertinggal dalam hal data. "Kita harus akui, industri asuransi tertinggal dibandingkan industri lain seperti perbankan yang sudah sangat maju dalam integrasi data ke sistem mereka setiap kita menggunakan key risk," ujarnya.
 
Untuk mencari solusi atas masalah tersebut, Indonesia Re menyelenggarakan acara tahunan bertajuk Indonesia Re International Conference 2024.  Konferensi ini akan berlangsung pada 24-25 Juli 2024 di Jakarta dengan tema "Accelerating Transformation in Insurance Industry: Driving Growth, Strengthening Resilience".
 
Dalam acara tersebut dikabarkan akan mengundang tokoh-tokoh ekonomi ternama.
 
Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan; Menteri BUMN, Erick Thohir dan Dewan Komisioner OJK, Ogi Prastomiyono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.