Pertumbuhan Ekonomi RI Terdampak Dinamika Global

AKURAT.CO Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Etika Karyani, memprediksi bahwa dinamika global di tahun 2024 ini masih akan tetap mempengaruhi situasi pertumbuhan ekonomi terutama di Indonesia.
Di mana masih akan ada risiko pelemahan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Oleh karena itu kejadian ekstemal belum menjadi tantangan sistemik bagi sistem perbankan.
"Meskipun begitu, tetap memberikan dampak kepercayaan dan ketersediaan kredit, penyaluran kredit di Q1 2024 juga tumbuh melebihi prediksi regulator dan analis," ucapnya pada saat webinar Akurat.co bertajuk Pertumbuhan Kredit di Tengah Ancaman Risiko Global di Jakarta, Selasa (25/6/2024), yang didukung oleh BNI dan Jamkrindo.
Baca Juga: Misbakhun: Pertumbuhan Kredit Jadi Tolak Ukur Ekspansi Ekonomi
Namun, tambahnya, pertumbuhan DPK Melambat dibandingkan pertumbuhan penyaluran kredit per Februari 2024. "Sehingga memiliki kmplikasi pada kenaikan LDR/pengetatan likuiditas yg menyebabkan kenaikan cost of fund," ucapnya.
Kedepannya, paparnya, ditengah suku bunga acuan yang meningkat hingga 6,25%. Bank dapat memanfaatkan KLM.
"Namun, penting bagi otoritas pengawas dan bank untuk secara hati-hati mengelola dan memitigasi risiko-risiko penurunan likuiditas, gagal bayar, profitabilitas bank melalui pengawasan yang ketat, penilaian risiko yang tepat, dan penerapan praktik manajemen risiko yang efektif," ucapnya.
Kemudian, tekanan daya beli dan konsumsi dapat menggerus permintaan kredit UMKM sekaligus mengancam kualitas kredit.
"BI acuan menyesuaikan dengan penurunan inflasi dan perbankan harus merevisi panduan penyaluran kredit seperti restrukturisasi dan negosiasi agar pertumbuhan kredit UMKM tetap tumbuh meski tidak agresif," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










