Akurat

Gen Z Cari Instrumen Investasi Aman dan Imbal Hasil Menarik? Cobain SBR013

Silvia Nur Fajri | 10 Juni 2024, 16:26 WIB
Gen Z Cari Instrumen Investasi Aman dan Imbal Hasil Menarik? Cobain SBR013

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia resmi menawarkan dua seri surat berharga ritel, yaitu Savings Bond Ritel (SBR) SBR013 yang ditawarkan dalam dua seri yakni SBR013T2 dan SBR013T4, mulai Senin (10/6/2024) hingga Kamis (4/7/2024).

Penerbitan ini ditujukan bagi individu Warga Negara Indonesia (WNI) dengan nilai pemesanan mulai dari Rp1 juta. Kedua seri SBR ini ditawarkan secara online melalui mitra distribusi terpilih mulai pukul 09.00 WIB pada 10 Juni 2024 hingga pukul 10.00 WIB pada 4 Juli 2024.

Nah buat kalian Gen Z atau investor pemula, instrumen investasi satu ini cocok banget nih buat kalian. Pasalanya, selain aman, imbal hasil yang ditawarkan juga terbilang menarik.

"SBN ritel ini memang ditujukan kepada investor ritel individu dan WNI karena ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki visi bagaimana menjadikan SBN ritel sebagai instrumen negara untuk distribusi kekayaan," jelas Deni Ridwan, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/6/2024).

Baca Juga: Pemerintah Tawarkan SBR013, Kupon Mulai dari 6,45 Persen per Tahun

SBR013T2 memiliki tenor dua tahun dengan imbal hasil atau kupon sebesar 6,45%, sementara SBR013T4 memiliki tenor empat tahun dengan kupon sebesar 6,6%. Kedua seri ini menawarkan kupon yang mengambang dengan tingkat minimal yang ditetapkan berdasarkan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (BI Rate) ditambah spread tetap. Untuk SBR013T2, spread tetapnya sebesar 20 bps (0,20%), sedangkan untuk SBR013T4 sebesar 35 bps (0,35%).

"Jadi kalau ke depan BI menaikkan lagi tingkat suku bunganya menjadi 6,5%, margin ini akan selalu kita jaga supaya investor dapat insentif untuk beli SBR, tapi kalau BI menurunkan suku bunga acuannya, ini tidak akan turun," tegas Deni Ridwan.

Pembayaran kupon dilakukan pada tanggal 10 setiap bulan, dengan pembayaran pertama pada 10 Agustus 2024. Jika tanggal pembayaran kupon jatuh pada hari libur, maka pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.

Jatuh tempo untuk SBR013T2 adalah 10 Juli 2026, sementara SBR013T4 jatuh tempo pada 10 Juli 2028. Kedua seri ini menyediakan fasilitas Early Redemption atau Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo dengan syarat dan ketentuan tertentu, seperti minimal kepemilikan Rp 2 juta di setiap mitra distribusi dan maksimal 50% dari total kepemilikan yang dapat diajukan untuk Early Redemption.

Periode penyampaian minat Early Redemption untuk SBR013T2 adalah dari 28 Juli 2025 hingga 5 Agustus 2025, dan untuk SBR013T4 dari 27 Juli 2026 hingga 4 Agustus 2026. Batas maksimum pemesanan untuk SBR013T2 adalah Rp5 miliar, sedangkan untuk SBR013T4 adalah Rp10 miliar. "Kenapa kita kasih batasan kalau investor bisa beli Rp5 miliar sampai dengan Rp10 miliar, mereka bisa masuk ke instrumen yang non ritel," kata Deni.

Masyarakat yang berminat bisa membeli kedua seri SBR ini melalui mitra distribusi yang telah ditunjuk, termasuk bank umum, perusahaan efek, dan perusahaan financial technology khusus agen penjual efek reksa dana. Beberapa mitra distribusi yang tersedia antara lain PT Bank Central Asia, Tbk, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bareksa Portal Investasi.

Proses pembelian SBR dimulai dengan registrasi di sistem elektronik mitra distribusi, diikuti dengan pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi. Calon investor harus membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi sebelum melakukan pemesanan, dan setelah pemesanan diverifikasi, mereka akan menerima kode pembayaran yang digunakan untuk penyetoran dana investasi.

Setelah pembayaran, calon investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order, serta alokasi SBR013T2 dan SBR013T4 pada tanggal setelmen/penerbitan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.