Akurat

OCBC Cetak Laba Bersih Rp1,17 T di Kuartal I-2024, Tumbuh 13 Persen

M. Rahman | 8 Mei 2024, 09:24 WIB
OCBC Cetak Laba Bersih Rp1,17 T di Kuartal I-2024, Tumbuh 13 Persen

AKURAT.CO PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC mencetak kenaikan laba bersih 13% menjadi Rp1,17 triliun di kuartal I-2024, dibandingkan Rp1,03 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Torehan tersebut ditopang peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 6% YoY dan penurunan beban cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 96% YoY seiring dengan membaiknya kualitas aset akibat pulihnya aktivitas ekonomi.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja mengatakan pada periode ini, OCBC mencatatkan petumbuhan penyaluran kredit 11% dari Rp137,6 triliun menjadi Rp152,6 triliun. 

Kemudian simpanan nasabah juga tumbuh 7% dari Rp168,8 triliun menjadi Rp179,9 triliun. Total aset juga meningkat 5% dari Rp239,9 triliun menjadi Rp252,4 triliun. Total ekuitas naik 4% dari Rp35,4 triliun menjadi Rp36,8 triliun.

"Kami senantiasa optimis dan mendorong pertumbuhan serta layanan yang komprehensif di setiap segmen bisnis, dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian," ujar Parwati dikutip Rabu (8/5/2024).

Baca Juga: OCBC Imbau Nasabah Lansia Waspadai Modus Penipuan Berkedok Salam Lebaran 2024

Laba sebelum pajak OCBC meningkat 13% secara tahunan atau YoY menjadi Rp1,48 triliun, dengan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 13%. Selain itu, kondisi likuiditas Bank juga tercatat sehat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 228,3%, di atas ketentuan regulator.

Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 11% dari Rp137,6 triliun menjadi Rp152,6 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan pada kredit perbankan ritel sebesar 13% dan kredit perbankan bisnis sebesar 10%. Penyaluran KPR mencatat kenaikan sebesar 16% YoY, termasuk didukung oleh KPR Easy Start & KPR Kendali, produk unggulan OCBC dalam kredit pemilikan rumah.

Sejalan dengan komitmen OCBC untuk tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, NPL gross berada pada level 1,8% sementara NPL net berada di level 0,6%, di mana keduanya mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara simpanan nasabah atau Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 7% dari Rp168,8 triliun menjadi Rp179,9 triliun, dengan komposisi CASA sebesar 56,6% dibandingkan total DPK.

Jumlah transaksi OCBC melalui e-channel berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 58% YoY. Selain itu, jumlah pengguna aktif individu internet banking dan OCBC Mobile meningkat sebesar 28% YoY. Untuk nasabah korporasi, terdapat peningkatan jumlah pengguna sebesar 22% YoY dan peningkatan jumlah transaksi di OCBC Business sebesar 32% YoY.

Rampungkan Akuisisi Bank Commonwealth

OCBC juga merampungkan akuisisi PT Bank Commonwealth (PTBC). Dengan demikian, 100% saham PTBC telah sepenuhnya dimiliki oleh OCBC efektif 1 Mei 2024. 

Pembelian 100% saham PTBC merupakan tonggak sejarah penting yang akan memperkuat platform OCBC di Indonesia, dan menegaskan komitmen Bank untuk terus maju dalam pertumbuhan jasa keuangan di Indonesia.

Sebagai salah satu Bank yang memiliki kredit rating tertinggi di Indonesia dan rekam jejak yang baik, PTBC memiliki basis nasabah yang menarik dan komplementer pada segmen nasabah konsumen dan UKM (ritel).

"Rencana kami adalah memanfaatkan kapabilitas dari kedua entitas untuk memperluas produk dan layanan OCBC di Indonesia, serta menciptakan peluang pertumbuhan jasa keuangan di Indonesia," imbuh Parwati.

Senada, Presiden Direktur PTBC, Lauren Sulistiawati menilai dengan diselesaikannya proses akuisisi, PTBC akan tetap beroperasi sebagai entitas yang berdiri sendiri hingga proses merger.

"Manajemen PTBC berkomitmen untuk memastikan kelancaran proses merger dengan tetap memberikan layanan perbankan yang berkualitas tinggi kepada nasabah. Selain itu, kegiatan bisnis akan tetap berjalan seperti biasa," ucapnya.  

Sebagai bagian dari OCBC, kegiatan operasional PTBC masih akan berjalan secara mandiri sampai dengan proses merger yang direncanakan akan selesai selambatnya kuartal IV-2024.

Layanan kepada nasabah PTBC akan berjalan seperti biasa melalui beragam kanal dan produk perbankannya, termasuk transaksi perbankan di kantor cabang dan kanal digital PTBC.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa