IHSG Hari Ini Ditaksir Bergerak ke Kisaran 7.289-7.401

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu, 27 Maret 2024 ditaksir bergerak ke kisaran 7.289-7.401.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan peluang kenaikan dalam pola gerak IHSG terlihat masih mungkin dapat terjadi.
Hal ini mengingat IHSG terlihat cukup kuat menjaga support level terdekatnya ditengah gelombang tekanan yang sedang berlangsung, sedangkan jika resisten level terdekat berhasil ditembus maka IHSG akan kembali berusaha untuk kembali mencetak level ATHnya.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditaksir Sideways ke Kisaran 7.289-7.401
"Namun momentum koreksi minor masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah mengingat minat investor yang terlihat dari data capital inflow secara ytd masih cukup besar," ujarnya Rabu (27/3/2024).
Sejumlah menu saham yang direkomendasikan hari ini termasuk AALI, BBRI, SMGR, BBNI, GGRM, TBIG, PWON dan LSIP.
Sebelumnya perdagangan di IHSG Selasa kemarin kembali didominasi oleh TLKM yang masih melemah dan ditutup turun 2,9% paska laporan keuangannya yang tidak memuaskan, hal serupa juga terjadi pada ICBP yang turun 3,1% setelah laporan keuangannya menunjukkan penurunan laba.
IHSG sendiri ditutup turun 0,2% ke level 7.365,7 dengan volume perdagangan tercatat sebesar Rp 9,0 triliun di luar transaksi negosiasi. JII terdorong pelemahan ICBP dan ditutup turun 0,3% ke level 529.
Pada lelang obligasi konvensional negara Selasa kemarin Pemerintah hanya menyerap Rp22,6 triliun dari total Rp32,3 triliun permintaan yang masuk ke Pemerintah atau di bawah target indikatif lelang.
Sementara itu pasar obligasi sekunder bergerak turun merespon lemahnya jumlah permintaan dalam lelang dan juga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Imbal hasil obligasi bergerak naik 3-5 bps di sepanjang tenor membawa Indeks obligasi IBPA ditutup melemah 0,1% ke level 370,8.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










